Tinggalkan Dolar AS, Transaksi LCT RI Diproyeksi Tembus US$55 M

Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi perdagangan menggunakan skema Local Currency Transaction atau LCT akan menembus angka US$55 miliar hingga tahun 2026. Proyeksi ambisius ini didorong oleh penguatan kerja sama bilateral yang telah terjalin antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra strategis, termasuk China dan beberapa negara kawasan lainnya.
Kebijakan penggunaan mata uang lokal ini dilatarbelakangi oleh upaya sistematis untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat dalam aktivitas perdagangan internasional. Melalui skema LCT, para pelaku usaha dapat melakukan transaksi ekspor dan impor secara langsung menggunakan mata uang kedua negara yang bekerja sama, sehingga memangkas biaya konversi.
Bagi sektor keuangan dan aset digital di Indonesia, langkah strategis ini mencerminkan dinamika makroekonomi yang terus bergeser menuju diversifikasi mata uang. Pengurangan dominasi dolar AS secara bertahap dapat memengaruhi likuiditas pasar valuta asing domestik, yang pada gilirannya turut memberikan implikasi terhadap lanskap investasi alternatif termasuk kripto.
Ke depan, tim kami di CoinMagnetic akan terus memantau implementasi kebijakan LCT ini serta dampaknya terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Keberhasilan ekspansi kerja sama pembayaran antarnegara ini diyakini akan menjadi katalis penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

3 Token Unlock yang Perlu Dipantau di Pekan Terakhir Oktober 2026

Warga China-India Bawa Kabur Emas RI Rp61 M, Ditangkap Bea Cukai

Edwin Soeryadjaya Borong Lagi 711.900 Saham Saratoga

Skema LCT targetkan transaksi mata uang lokal capai Rp998 triliun pada 2026

Video: Bos Sekuritas Sebut MSCI Bikin Kredibilitas RI Dipertanyakan
