Langsung ke konten
PasarNetral

Skema LCT targetkan transaksi mata uang lokal capai Rp998 triliun pada 2026

Sumber: CNBC Indonesia
Skema LCT targetkan transaksi mata uang lokal capai Rp998 triliun pada 2026

Kami di CoinMagnetic memantau perkembangan terbaru terkait langkah agresif Bank Indonesia yang terus menggencarkan transaksi perdagangan global tanpa menggunakan dolar Amerika Serikat. Kebijakan ini dijalankan melalui skema Local Currency Transaction atau LCT yang dirancang untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral dengan negara mitra strategis.

Berdasarkan proyeksi resmi, nilai transaksi menggunakan skema LCT ini ditargetkan mampu menembus angka US$ 55 miliar atau setara dengan Rp998 triliun pada akhir tahun 2026. Latar belakang dari dorongan ini adalah upaya mitigasi risiko terhadap gejolak pasar keuangan global serta mengurangi ketergantungan sistem pembayaran nasional terhadap fluktuasi mata uang dolar Amerika Serikat.

Bagi ekosistem aset kripto, pergeseran makroekonomi menuju dekopinisasi atau pengurangan dominasi dolar ini memberikan dampak psikologis dan struktural tersendiri. Ketika likuiditas dan instrumen mata uang fiat regional semakin terintegrasi melalui jalur bilateral resmi, minat terhadap alternatif lindung nilai seperti aset kripto dan mata uang digital bank sentral atau CBDC dapat mengalami pergeseran pola adopsi di tingkat kawasan.

Kami melihat bahwa ke depannya, implementasi skema LCT ini akan terus dievaluasi melalui penambahan jumlah negara mitra dagang baru. Pelaku pasar kripto perlu mencermati bagaimana efektivitas kebijakan moneter ini dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang pada gilirannya akan mempengaruhi sentimen investasi domestik terhadap instrumen aset digital secara keseluruhan.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait