Matt Hu memproyeksikan penurunan harga bitcoin yang lebih ringan pada masa depan

Di CoinMagnetic, kami mencermati perkembangan terbaru di pasar aset digital yang tengah menghadapi tantangan makroekonomi yang kompleks. Bitcoin saat ini mengalami kesulitan di sekitar level US$80.000, tertekan oleh permintaan exchange-traded fund atau ETF yang tidak stabil serta kenaikan harga minyak global yang memperumit prospek suku bunga bank sentral.
Kondisi ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang lebih luas, di mana para pelaku pasar terus memantau indikator inflasi dan kebijakan moneter. Fluktuasi harga minyak mentah secara tradisional memberikan tekanan pada ekspektasi suku bunga, yang pada gilirannya berdampak langsung pada selera risiko investor terhadap aset berisiko termasuk mata uang kripto.
Namun, di tengah tekanan harga tersebut, CEO BloFin Matt Hu meyakini bahwa penurunan harga Bitcoin di masa depan kemungkinan bakal jauh lebih ringan dibanding siklus-siklus sebelumnya. Berbicara kepada BeInCrypto di acara TOKEN2049 di Singapura awal bulan ini, Hu membagikan pandangannya mengenai bagaimana struktur pasar kripto telah mengalami evolusi yang signifikan.
Penjelasan tersebut menyoroti peran investor tradisional yang kini semakin terintegrasi ke dalam ekosistem aset digital melalui berbagai instrumen keuangan yang teregulasi. Keterlibatan institusi keuangan arus utama ini dinilai mampu memberikan bantalan likuiditas yang lebih kuat dan meredam volatilitas ekstrem yang biasanya mewarnai koreksi pasar.
Ke depannya, kami di CoinMagnetic melihat bahwa kedewasaan pasar ini akan menjadi penentu utama arah pergerakan harga aset kripto. Meskipun tantangan jangka pendek seperti kebijakan suku bunga dan arus dana ETF masih akan mewarnai dinamika perdagangan, fondasi struktural pasar yang semakin matang menjanjikan resiliensi yang lebih baik bagi para investor jangka panjang.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Survei biaya kebutuhan hidup layak tunjukkan disparitas antarwilayah di Indonesia

3 Saham yang Perlu Dipantau Minggu Ini saat Musim Laporan Keuangan Mengguncang Kripto

Dolar AS terus menguat dan menekan rupiah hingga ke level Rp18.000

Penutupan mingguan perak di US$53,83 catat titik terendah sepanjang 2026

Cuan Trading Rp7,2 Miliar, Tentara Ini Terancam Dipenjara 20 Tahun
