IHSG anjlok 1,93 persen saat investor asing lepas Rp166 miliar di sesi I

Pasar keuangan domestik dikejutkan oleh koreksi tajam pada perdagangan sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok sebesar 1,93 persen. Penurunan signifikan ini terjadi di tengah tekanan jual yang melanda sejumlah sektor utama di lantai bursa.
Berdasarkan data perdagangan, tekanan jual paling besar menimpa sektor infrastruktur dan energi. Pelemahan pada sektor-sektor penopang utama ini membuat pergerakan indeks semakin tertekan dan gagal bertahan di zona hijau sejak pembukaan pasar pagi tadi.
Di tengah kejatuhan indeks, aksi jual oleh investor asing turut menjadi sorotan utama di pasar. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp166,22 miliar sepanjang sesi pertama berlangsung, memperkuat sentimen negatif di bursa.
Bagi pasar kripto lokal, pelemahan IHSG dan keluurnya dana asing dari pasar saham seringkali mencerminkan sentimen risk-off secara keseluruhan. Ketika aset berisiko tradisional mengalami tekanan likuiditas, pelaku pasar kerap menyesuaikan strategi portofolio mereka, termasuk pada aset digital.
Kami melihat bahwa pergerakan pada sesi kedua akan sangat bergantung pada kemampuan indeks untuk menemukan titik tumpu atau level support baru. Pelaku pasar kini memantau apakah tekanan jual dari investor asing ini akan berlanjut atau mereda menjelang penutupan perdagangan hari ini.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Dolar AS menguat ke posisi Rp17.895 saat rupiah kembali melemah

Video: China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat - Batu Bara Melemah

Aksi jual asing tekan IHSG 1,93 persen pada sesi I perdagangan 12 Oktober 2026
