Aksi jual asing tekan IHSG 1,93 persen pada sesi I perdagangan 12 Oktober 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada sesi I perdagangan yang berlangsung tanggal 12 Oktober 2026. Berdasarkan pantauan kami di pasar, indeks acuan domestik ini tercatat anjlok sebesar 1,93 persen akibat gelombang koreksi yang cukup signifikan.
Tekanan jual yang melanda pasar domestik ini dipicu secara langsung oleh aksi masif para investor asing yang melepaskan kepemilikan saham mereka. Fenomena ini mencerminkan sentimen negatif yang sedang berkembang di kalangan pelaku pasar global terhadap aset-aset berisiko di kawasan regional.
Bagi ekosistem keuangan secara lebih luas, termasuk pasar aset kripto, koreksi tajam di pasar saham tradisional sering kali memberikan sinyal terkait pergerakan likuiditas. Ketika investor asing menarik dana dari pasar ekuitas domestik, hal ini kerap mencerminkan penyesuaian portofolio secara makroekonomi yang juga dapat berimbas pada minat terhadap instrumen alternatif seperti kripto.
Kami melihat bahwa dinamika pasar pada sesi-sesi selanjutnya akan sangat bergantung pada respons Bank Indonesia dan stabilitas nilai tukar Rupiah. Pelaku pasar kini memantau apakah aksi jual oleh investor asing ini akan berlanjut pada sesi perdagangan berikutnya atau hanya bersifat sementara.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Dolar AS menguat ke posisi Rp17.895 saat rupiah kembali melemah

Video: China Borong Emas Dalam Jumlah Rekor 23 Bulan Berturut-Turut

Saham Prajogo Kompak Berguguran, BREN-CUAN Ambles Hampir 13%

IHSG anjlok 1,93 persen saat investor asing lepas Rp166 miliar di sesi I

Video: Produksi AS Terganggu, Harga Minyak Menguat - Batu Bara Melemah
