Bitcoin merosot 4 persen dari level US$85.000 akibat jeda pembelian treasury

Harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 4 persen dan menghapus seluruh perolehan reli selama dua hari terakhir setelah gagal menembus level resistance penting di US$85.000. Koreksi ini terjadi di tengah dinamika pasar yang menunjukkan melemahnya momentum beli secara mendadak.
Pergerakan turun ini dipicu oleh terhentinya gelombang pembelian baru dari perbendaharaan atau treasury korporat yang sebelumnya menjadi motor utama penggerak harga. Di tengah absennya masuknya likuiditas baru dari institusi besar, para trader langsung merespons dengan aksi ambil untung.
Bagi pasar crypto secara keseluruhan, tekanan jual ini menciptakan efek domino pada berbagai altcoin utama yang turut terseret turun. Volatilitas pasar meningkat tajam, mencerminkan kerentanan aset digital terhadap aksi ambil untung jangka pendek di dekat level psikologis penting.
Ke depannya, para pelaku pasar kini memantau ketat pergerakan grafik harian yang mengindikasikan potensi uji coba pada level support berikutnya di US$80.000. Bertahannya level tersebut akan menjadi penentu apakah tren naik jangka menengah dapat berlanjut atau koreksi yang lebih dalam akan terjadi.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Whale XRP alirkan US$112,4 juta ke Binance dan cetak rekor tujuh bulan

Kementerian Keuangan pastikan ketahanan sektor keuangan Indonesia di tengah isu MSCI

Video: "Racikan Jamu" BI di Tengah Gejolak Global

Pendapatan Waskita Karya melonjak ke Rp8,13 triliun pada kuartal III-2026

Kegagalan breakout 21 Oktober tahan harga Bitcoin di level US$82.486
