Langsung ke konten
PasarNetral

Rupiah terdepresiasi menjadi Rp 17.700 per USD menjelang rilis The Fed

Sumber: CNBC Indonesia
Rupiah terdepresiasi menjadi Rp 17.700 per USD menjelang rilis The Fed

Rupiah mengalami penurunan yang signifikan, mencapai level Rp 17.700 per USD, menjelang pengumuman penting dari Federal Reserve (The Fed). Dalam beberapa hari terakhir, pasar di Indonesia dan global berada dalam kondisi was-was, menantikan keputusan suku bunga yang akan diumumkan oleh The Fed. Penurunan nilai tukar ini mencerminkan ketidakpastian pasar, di mana investor mulai melakukan aksi jual terhadap aset-aset berdenominasi rupiah.

Pentingnya momen ini tidak bisa diremehkan. The Fed memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan moneter global, dan keputusan mereka dapat mempengaruhi arus modal serta nilai tukar mata uang di banyak negara, termasuk Indonesia. Sebelumnya, The Fed telah mengindikasikan kemungkinan peningkatan suku bunga untuk menanggulangi inflasi, yang dapat menyebabkan penguatan dolar AS dan melemahkan mata uang lainnya seperti rupiah.

Dampak pasar dari penurunan ini cukup terasa. Banyak pelaku pasar, terutama yang bergerak di sektor ekspor dan impor, mulai khawatir akan fluktuasi nilai tukar yang berpotensi merugikan. Penurunan nilai rupiah juga dapat meningkatkan biaya impor, yang pada gilirannya dapat menyebabkan inflasi domestik. Hal ini menambah tantangan bagi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada hasil keputusan The Fed dan bagaimana reaksi pasar setelahnya. Jika suku bunga naik, dapat diperkirakan bahwa rupiah akan terus tertekan. Sebaliknya, jika keputusan tersebut lebih dovish dari yang diharapkan, ada peluang bagi rupiah untuk menguat kembali. Para analis dan investor akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat, mengingat dampaknya yang luas terhadap ekonomi Indonesia dan perekonomian global.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: September 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait