Tingkat Kemiskinan di AS Turun ke 10,2% pada 2025 sebelum Inflasi Meningkat

Tingkat kemiskinan di Amerika Serikat diprediksi akan turun menjadi 10,2% pada tahun 2025, menurut data terbaru yang dirilis oleh Census Bureau. Data ini juga menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga median riil mencapai rekor tertinggi sebesar US$87.460. Informasi ini dirilis pada hari Selasa dan memberikan gambaran tentang keadaan ekonomi yang diharapkan pada tahun tersebut.
Penurunan angka kemiskinan ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan, terutama dalam konteks pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan dampak dari berbagai kebijakan pemerintah. Meskipun angka kemiskinan menunjukkan penurunan, data tersebut hanya mencakup tahun kalender 2025 dan tidak memperhitungkan perubahan inflasi yang mungkin terjadi setelah itu. Mengingat latar belakang ekonomi global yang tidak menentu, termasuk ketegangan geopolitik seperti perang di Iran, situasi ini dapat berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi domestik.
Dari sisi pasar, penurunan tingkat kemiskinan dan peningkatan pendapatan rumah tangga dapat memberikan dorongan bagi konsumsi masyarakat. Hal ini berpotensi menguntungkan bagi sektor-sektor tertentu yang bergantung pada daya beli konsumen. Namun, investor juga harus waspada terhadap kemungkinan inflasi yang dapat menggerogoti daya beli, sehingga efek positif dari peningkatan pendapatan menjadi tidak sebanding jika inflasi meningkat tajam.
Ke depan, prospek ekonomi AS akan sangat bergantung pada bagaimana kebijakan moneter dan fiskal diimplementasikan untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Para ekonom akan terus memantau perkembangan inflasi dan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar. Jika inflasi tetap terkendali, ada harapan bahwa tren positif ini dapat berlanjut, namun ketidakpastian global tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Utang Luar Negeri RI naik tipis ke US$ 454,8 miliar di Juli 2026

Bukan Hanya AS: Imbal Hasil Obligasi Global Sentuh Level Tertinggi dalam Beberapa Dekade. Saatnya Khawatir?

IHSG menguat 0,36% ke level 6.484,10 dengan 316 saham naik

Arbitrum diprediksi mencapai US$10 pada 2030, menurut Standard Chartered

Rupiah terdepresiasi menjadi Rp 17.700 per USD menjelang rilis The Fed
