PGAS amankan kontrak LNG senilai Rp28,11 triliun dengan pengiriman tahun 2029

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk atau PGAS resmi menandatangani perjanjian jual beli gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk proyek North Hub. Langkah strategis ini menandai komitmen perusahaan dalam memperkuat portofolio energi jangka panjang serta mengamankan pasokan gas yang berkelanjutan bagi kebutuhan domestik maupun regional.
Perjanjian jual beli LNG ini memiliki nilai total mencapai Rp28,11 triliun, sebuah angka yang mencerminkan skala besar dari proyek North Hub tersebut. Berdasarkan jadwal yang telah disepakati oleh para pihak terkait, pasokan gas alam cair ini direncanakan mulai mengalir dan didistribusikan secara bertahap pada tahun 2029 mendatang.
Bagi pasar secara keseluruhan, langkah korporasi seperti ini sering kali menjadi indikator kesehatan fundamental emiten energi di tengah dinamika makroekonomi yang terus berfluktuasi. Kontrak bernilai jumbo ini tidak hanya memperkuat posisi keuangan PGAS dalam jangka panjang, tetapi juga memberikan kepastian pasokan energi yang krusial bagi stabilitas industri dalam negeri.
Ke depannya, kami di CoinMagnetic akan terus memantau perkembangan proyek North Hub serta realisasi pengiriman pasokan LNG yang dijadwalkan mulai tahun 2029. Para pelaku pasar dan investor tentu akan menantikan tahapan-tahapan lanjutan dari pelaksanaan kontrak bernilai triliunan rupiah ini seiring mendekatnya tahun operasional.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Premi Risiko Melejit, Surat Utang RI Sepi Peminat-Investor Resah

Perkuat Bisnis Inti dan AI, Indosat Cetak Pertumbuhan Double Digit

Volume penyelesaian stablecoin Visa melonjak sepuluh kali lipat ke tingkat dua puluh lima miliar dolar

BEI pantau pergerakan saham COIN dan FILM usai alami penurunan harga drastis

KPK geledah kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus terkait dugaan korupsi
