OJK dukung penghapusan batas minimum harga saham jadi Rp1 dari Rp50

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengumumkan dukungannya terhadap penghapusan batas minimum harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sebelumnya ditetapkan sebesar Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan harga pasar yang lebih wajar dan mencerminkan nilai sebenarnya dari saham yang diperdagangkan di bursa.
Pentingnya langkah ini terletak pada upaya untuk meningkatkan likuiditas pasar saham di Indonesia. Dengan mengurangi batas minimum, OJK berusaha untuk memberikan kesempatan kepada lebih banyak investor, terutama investor ritel, untuk berpartisipasi dalam pasar saham. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi yang lebih besar di sektor ini, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal.
Dampak dari penghapusan batas minimum harga saham ini sudah mulai terlihat di pasar. Banyak analis percaya bahwa langkah ini akan meningkatkan volume perdagangan dan menarik lebih banyak pelaku pasar. Dengan adanya kebijakan ini, saham-saham yang sebelumnya tidak dapat diperdagangkan karena tidak memenuhi batas minimum harga kini dapat memiliki peluang untuk diperjualbelikan, sehingga menciptakan dinamika baru di pasar.
Ke depan, diharapkan bahwa penghapusan batas minimum ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pasar saham Indonesia. OJK dan BEI akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan pasar yang sehat dan berkelanjutan. Investasi di pasar modal diharapkan akan semakin meningkat, seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Sektor infrastruktur dorong IHSG naik 1,36% pada 5 Oktober 2026

Sektor infrastruktur dorong IHSG naik 1,36% pada 5 Oktober 2026

Euro jatuh ke level terendah 17 bulan terhadap dolar akibat isu politik dan anggaran

Data pekerjaan lemah dorong Nikkei naik 2,5% dan turunkan peluang kenaikan suku bunga

IHSG naik 1,1% ke 6.105,59 menjelang penutupan pasar pada 5 Oktober 2026
