Penurunan harga minyak dorong reli 3,54 persen KOSPI dan 1,43 persen Nikkei

Pasar keuangan Asia kembali mencatat penguatan signifikan pada perdagangan terbaru, dengan indeks KOSPI melonjak sebesar 3,54 persen dan Nikkei mencatat reli sebesar 1,43 persen. Kenaikan tajam di bursa saham utama kawasan ini terjadi seiring dengan meredanya tekanan dari harga komoditas energi, khususnya minyak mentah, yang sempat menjadi momok bagi stabilitas makroekonomi global dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagai latar belakang, pergerakan pasar saham sangat bergantung pada sentimen energi karena biaya bahan bakar yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi berkepanjangan dan pengetatan kebijakan bank sentral. Penurunan harga minyak memberikan sedikit ruang bernapas bagi para investor, terutama di negara-negara importir bersih seperti Korea Selatan dan Jepang, yang sangat sensitif terhadap lonjakan biaya energi global untuk sektor industri manufaktur dan teknologi mereka.
Dalam konteks pasar kripto, korelasi antara aset berisiko tradisional seperti saham teknologi dan aset digital masih cukup erat. Reli di bursa saham yang dipicu oleh penurunan tekanan inflasi energi ini turut mendongkrak sentimen risk-on di pasar kripto. Ketika pasar tradisional menghijau akibat meredanya kekhawatiran biaya input, likuiditas cenderung mengalir kembali ke instrumen spekulatif dan berisiko, termasuk mata uang kripto utama.
Meskipun demikian, keberlanjutan tren positif ini masih dipertanyakan karena harga minyak mentah Brent baru turun 0,69 persen dan tetap berada di atas level psikologis 100 dolar Amerika Serikat. Bertahannya harga minyak di atas level tersebut mengindikasikan bahwa tekanan inflasi struktural belum sepenuhnya hilang dari sistem ekonomi global.
Ke depan, para pelaku pasar di sektor kripto dan konvensional harus memantau ketat perkembangan harga komoditas energi dan kinerja saham sektor cip. Jika harga minyak kembali melonjak atau reli saham teknologi kehilangan momentum, volatilitas tinggi berisiko kembali melanda pasar aset digital dalam jangka pendek.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Lonjakan minyak Brent ke USD 110 per barel menyusul eskalasi serangan Houthi

Hashim Djojohadikusumo raup Rp4,06 triliun dari penjualan saham WIFI

Bursa Efek Indonesia awasi pergerakan saham LUCY dan VKTR

Penilaian Citi tentang dampak kecerdasan buatan pada industri perangkat lunak

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.980
