LPEM UI proyeksikan Bank Indonesia tahan suku bunga acuan di 5,75% pada Oktober 2026

Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, kami di CoinMagnetic mencermati proyeksi terbaru dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia atau LPEM UI. Mereka memproyeksikan bahwa Bank Indonesia akan mempertahankan suku bunga acuan pada level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur yang dijadwalkan pada Oktober 2026.
Kebijakan mempertahankan suku bunga ini diambil di tengah kondisi inflasi domestik yang bergerak mendekati batas atas sasaran yang telah ditetapkan. Selain itu, tekanan eksternal dan domestik yang kian meningkat menjadi pertimbangan utama bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah yang belakangan ini juga berada di bawah tekanan.
Bagi pasar keuangan dan kripto, keputusan bank sentral untuk menahan suku bunga acuan memiliki implikasi yang signifikan terhadap likuiditas. Suku bunga yang tertahan di level 5,75 persen mencerminkan sikap kehati-hatian di tengah ketidakpastian global, yang seringkali membuat para pelaku pasar mengalihkan fokus pada aset lindung nilai termasuk aset digital untuk memitigasi risiko pelemahan nilai tukar.
Ke depan, kami memperkirakan pergerakan pasar akan sangat bergantung pada rilis data inflasi lanjutan serta langkah intervensi yang diambil oleh Bank Indonesia. Stabilitas makroekonomi domestik akan menjadi kunci utama dalam menentukan apakah tekanan terhadap Rupiah dapat mereda dan bagaimana sentimen investor kripto merespons kebijakan moneter selanjutnya.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Bursa Efek Indonesia awasi pergerakan saham LUCY dan VKTR

Penilaian Citi tentang dampak kecerdasan buatan pada industri perangkat lunak

Penurunan harga minyak dorong reli 3,54 persen KOSPI dan 1,43 persen Nikkei

Rupiah Dibuka Stagnan, Dolar AS Bertahan di Rp17.980

Aksi buyback emiten dorong IHSG naik 0,61 persen ke level 5.310 pada 19 Oktober 2026
