IHSG merosot 3,49 persen ke level 5.098,06 akibat aksi jual asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat pada perdagangan 29 Oktober 2026. Berdasarkan laporan CNBC Indonesia, IHSG ambles sebesar 3,49 persen dan ditutup di level 5.098,06. Penurunan tajam ini mencerminkan sentimen negatif yang sedang melanda pasar keuangan domestik.
Tekanan utama pada sesi perdagangan tersebut datang dari para investor asing yang melepas kepemilikan saham mereka secara besar-besaran. Tercatat, investor asing melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell mencapai Rp1,08 triliun. Kondisi ini memperlihatkan keluurnya modal asing dari pasar saham Indonesia dalam jumlah signifikan.
Bagi ekosistem aset digital dan kripto di tanah air, pergerakan pasar saham konvensional kerap memberikan korelasi terhadap likuiditas domestik. Ketika pasar saham mengalami koreksi tajam seperti IHSG yang ambles 3 persen lebih, minat risiko investor lokal sering kali ikut terpengaruh, yang dapat berimbas pada volatilitas di pasar kripto nasional.
Ke depannya, para pelaku pasar akan terus memantau langkah-langkah lanjutan dari regulator serta data makroekonomi domestik untuk melihat apakah tren pelemahan ini akan berlanjut. Stabilitas pasar keuangan global dan domestik menjadi kunci utama dalam meredam tekanan lanjutan pada bursa saham maupun instrumen investasi lainnya.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Video: Nasib Komoditas Utama di Tengah Gejolak Global

Bitcoin ungguli S&P 500 tetapi gagal bertahan di atas US$85.000

Denda Rp 2,1 triliun terkait DSSA, BREN, dan CUAN telah dilunasi OJK catat

IHSG turun 3,49% di akhir perdagangan, asing tetap beli 10 saham ini

Bos BI Soal Isu Rupiah Bisa Rp20.000: Kami Jaga Stabilitas!
