Langsung ke konten
InstitusionalTurun

Goldman Sachs memangkas target KOSPI Korea Selatan sebesar 25 persen ke level 9.000

Sumber: BeInCrypto ID
Goldman Sachs memangkas target KOSPI Korea Selatan sebesar 25 persen ke level 9.000

Kami melihat pergerakan signifikan terjadi di pasar keuangan Asia ketika Goldman Sachs resmi memangkas target 12 bulan untuk indeks KOSPI Korea Selatan sebesar 25 persen. Angka target baru tersebut diturunkan dari 12.000 menjadi 9.000, sekaligus mengembalikan posisi proyeksi bank investasi global itu ke tingkat sebelum pembaruan atau upgrade yang dilakukan pada 3 Juni lalu.

Kebijakan penyesuaian ini diambil setelah tim analis Goldman Sachs menilai bahwa valuasi saham semikonduktor atau chip saat ini mengindikasikan proyeksi penurunan laba sektor tersebut hingga 65 persen pada tahun 2027. Meskipun demikian, pihak bank secara terbuka menyatakan bahwa pandangan pasar tersebut dinilai terlalu pesimistis jika dibandingkan dengan realitas fundamental yang ada di lapangan saat ini.

Bagi pasar kripto secara umum, sentimen makroekonomi dari Asia sering kali memberikan efek limpahan terhadap selera risiko investor global. Koreksi tajam pada bursa saham utama seperti Korea Selatan kerap memicu kehati-hatian di pasar aset digital, terutama ketika saham teknologi dan aset berisiko tinggi mengalami tekanan jual akibat kekhawatiran terhadap perlambatan sektor semikonduktor.

Ke depan, kami menyarankan para pelaku pasar untuk memantau perkembangan terdekat, khususnya karena dua raksasa teknologi utama Korea Selatan yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix dijadwalkan akan segera melaporkan kinerja keuangan mereka pada minggu ini. Laporan pendapatan dari kedua perusahaan tersebut akan menjadi indikator krusial untuk menguji validitas proyeksi pesimistis yang diberikan oleh Goldman Sachs.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait