Arus bersih keluar 169.770 ETH di bursa catat rekor terbesar dalam 4 bulan

Kami di CoinMagnetic memantau perkembangan terbaru pada pergerakan aset kripto Ethereum (ETH). Berdasarkan data dari Santiment, jaringan Ethereum baru saja mencatat arus bersih keluar dari exchange sekitar 169.770 koin. Angka ini menandai hari outflow terbesar dalam lebih dari 4 bulan terakhir bagi aset kripto utama tersebut.
Konteks dari peristiwa ini sangat penting untuk dipahami oleh para pelaku pasar. Pola penarikan besar-besaran seperti ini terakhir kali terlihat sesaat sebelum terjadinya reli harga yang signifikan pada bulan Juni lalu. Secara historis, perpindahan koin dari bursa terpusat menuju dompet pribadi sering kali mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang.
Dari sudut pandang dampak pasar, kondisi ini secara langsung memengaruhi dinamika pasokan dan permintaan di bursa. Ketika lebih sedikit koin yang tersedia di exchange, pasokan yang siap untuk dijual menjadi semakin terbatas. Penurunan likuiditas jual ini secara teori dapat meredakan tekanan jual jangka pendek di pasar.
Namun, situasi pasar saat ini tidak hanya digerakkan oleh metrik on-chain saja. Faktor eksternal seperti kinerja exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot tetap menjadi variabel penting yang harus diperhatikan. Kami menyarankan investor untuk terus memantau kelanjutan tren arus keluar ini dan dampaknya terhadap arah pergerakan harga ETH selanjutnya.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Bitcoin kehilangan SMA 50 hari di tengah tekanan pasar yang meningkat

BMRI Ungkap 3 Fokus Prioritas Perusahaan di Sisa 2026

Kredit Ngebut, DPK Tertinggal! BI Turunkan Setoran Wajib Bank

MSCI Bikin Cemas, Danantara Punya Kabar Baik soal Emiten RI

Danantara soroti perbedaan sikap MSCI dan FTSE Russell terhadap pasar Indonesia
