Ekonomi syariah Indonesia capai Rp3.131 triliun, peringkat 4 dunia

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto baru-baru ini mengungkapkan bahwa ekosistem ekonomi syariah Indonesia telah mencapai nilai sebesar Rp3.131 triliun. Dengan pencapaian ini, Indonesia menduduki peringkat keempat dalam skala global untuk ekonomi syariah. Angka ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki oleh sektor ekonomi syariah di Indonesia dan memberikan dorongan signifikan bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air.
Kekuatan ekonomi syariah di Indonesia bukan hanya terletak pada nilai totalnya, tetapi juga pada kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama di tengah tantangan yang dihadapi oleh sektor-sektor lainnya akibat pandemi. Dengan peringkat keempat dunia, Indonesia menunjukkan bahwa negara ini memiliki basis pasar yang kuat dan mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam sektor ekonomi syariah.
Dampak dari pencapaian ini tentu saja dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Investasi dalam sektor ekonomi syariah diperkirakan akan meningkat, menarik perhatian investor domestik dan internasional. Hal ini juga dapat mendorong lebih banyak inovasi dan pengembangan produk yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, yang pada akhirnya akan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat.
Ke depan, prospek untuk ekonomi syariah di Indonesia sangat cerah. Pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan terus berinovasi dalam menciptakan kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor ini. Dengan dukungan yang tepat, ekonomi syariah memiliki potensi untuk tumbuh semakin besar, tidak hanya dalam skala nasional tetapi juga dalam jangkauan internasional. Hal ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah global.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Lonjakan minyak ke US$117,42 per barel picu kekhawatiran koreksi kripto

PT Bukit Asam kaji buyback saham untuk jaga stabilitas nilai perusahaan

Dampak dikeluarkannya saham HSC dari pergerakan indeks harga saham gabungan

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

Pertumbuhan kredit 13,26 persen pada September 2026 sinyal ekonomi domestik
