Lonjakan harga minyak ke level tertinggi 5 bulan tekan aset kripto

Pasar keuangan global kembali menghadapi tekanan berat setelah harga minyak mentah Brent melonjak hingga menyentuh US$115,84 per barel pada hari Jumat. Kenaikan tajam ini membawa harga minyak ke level tertingginya sejak bulan Mei, menciptakan gelombang kekhawatiran di berbagai bursa global yang sedang mencari arah.
Lonjakan harga energi ini dipicu oleh eskalasi geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi terhadap fasilitas di Arab Saudi, ditambah dengan kekhawatiran pasar terhadap potensi serangan militer baru oleh Amerika Serikat ke Iran, menjadi katalis utama yang mendorong kenaikan harga minyak tersebut. Menurut data dari Trading Economics, pergerakan harga pada komoditas energi lainnya juga terpantau bervariasi di tengah situasi yang tidak stabil ini.
Bagi pasar aset kripto, reli harga minyak yang terjadi secara bersamaan dengan aksi jual berkelanjutan di sektor teknologi memberikan dampak negatif yang cukup signifikan. Sebagai kelas aset yang kerap berkorelasi dengan instrumen berisiko tinggi, kripto ikut terseret melemah seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap inflasi global yang berpotensi melambung akibat lonjakan biaya energi.
Kami melihat bahwa dinamika pasar dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan makroekonomi lanjutan. Jika ketegangan terus berlanjut dan harga energi tetap tinggi, tekanan terhadap aset kripto dan sektor teknologi kemungkinan besar masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

PT Bukit Asam kaji buyback saham untuk jaga stabilitas nilai perusahaan

Dampak dikeluarkannya saham HSC dari pergerakan indeks harga saham gabungan

OJK Heran Potensi Turun Kelas Bursa RI, 16 dari 18 Indikator Unggul

Pertumbuhan kredit 13,26 persen pada September 2026 sinyal ekonomi domestik

PT Tunas Baru Lampung memberikan penjelasan terkait hubungan bisnis dengan PT Paramitra Mulia Langgeng
