Danantara Minta Investor Data Center Raksasa Siapkan Sumber Energi

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara secara tegas meminta para calon investor yang berniat membangun pusat data atau data center berskala raksasa di Indonesia agar menyiapkan sumber energi sendiri. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur teknologi digital tersebut tidak membebani pasokan listrik nasional yang dikelola oleh PT PLN (Persero).
Permintaan strategis ini dilatarbelakangi oleh lonjakan kebutuhan daya listrik yang sangat masif dari industri pusat data global maupun domestik. Seiring dengan masifnya adopsi kecerdasan buatan dan digitalisasi, kebutuhan energi untuk fasilitas pendingin dan server melonjak tajam, sehingga pemerintah perlu mengantisipasi potensi krisis listrik di berbagai wilayah operasional utama.
Bagi pasar kripto dan sektor energi secara lebih luas, kebijakan ini memberikan sinyal penting mengenai transisi energi dan regulasi infrastruktur di Indonesia. Para pelaku industri, termasuk penambang aset kripto yang juga membutuhkan daya listrik besar, kini harus memperhatikan regulasi ketat terkait kemandirian energi dan potensi kolaborasi dengan sektor energi terbarukan.
Ke depannya, kami di CoinMagnetic memperkirakan bahwa para investor harus mengintegrasikan proyek pembangkit listrik mandiri, seperti energi hijau atau nuklir mini, sejak tahap perencanaan awal pembangunan data center. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang berkelanjutan tanpa mengorbankan pasokan listrik publik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Pertumbuhan kredit bank sentuh 13,69 persen pada kuartal III-2026

Kredit perbankan naik 13,69 persen dan catat rekor tertinggi satu dekade

Danantara incar Rp270 triliun dalam investasi New Asia Forum 2026

IHSG melonjak 1,7 persen saat aksi jual asing capai Rp576,7 miliar di sesi pertama

Mitrabahtera Segara (MBSS) Buyback Saham Rp 200 Miliar
