Langsung ke konten
InstitusionalTurun

IHSG melonjak 1,7 persen saat aksi jual asing capai Rp576,7 miliar di sesi pertama

Sumber: CNBC Indonesia
IHSG melonjak 1,7 persen saat aksi jual asing capai Rp576,7 miliar di sesi pertama

Pasar keuangan domestik dikejutkan oleh pergerakan kontras pada perdagangan sesi pertama hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatat penguatan signifikan sebesar 1,7 persen dan bertengger di level 5.419,00. Di tengah tren positif tersebut, kami memantau adanya tekanan jual yang cukup masif dari para investor asing di lantai bursa.

Berdasarkan data perdagangan, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell dengan nilai mencapai Rp576,7 miliar hanya dalam kurun waktu paruh pertama hari perdagangan. Fenomena keluarnya dana asing ini menunjukkan sikap kehati-hatian atau realisasi keuntungan oleh para pemodal global di tengah penguatan indeks yang terjadi.

Tekanan terbesar dari aksi pelepasan oleh investor asing ini paling terlihat jelas pada sektor perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA menjadi aset yang paling banyak dibuang oleh pelaku pasar asing pada sesi pertama ini, memimpin daftar tekanan jual di sektor perbankan.

Meskipun terjadi arus keluar dana asing yang cukup besar senilai Rp576,7 miliar, ketahanan IHSG di zona hijau menunjukkan masih adanya daya dorong yang kuat dari investor domestik. Kami melihat dinamika ini mencerminkan perbedaan strategi antara pelaku pasar lokal dan asing dalam merespons kondisi makroekonomi saat ini.

Memasuki perdagangan sesi kedua, para pelaku pasar dan analis akan mencermati apakah tekanan jual asing pada saham-saham unggulan seperti BBCA akan terus berlanjut atau mereda. Kami memperkirakan volatilitas masih akan mewarnai pergerakan pasar seiring dengan dinamika aliran modal asing yang keluar masuk di bursa saham nasional.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait