CoinDCX Bantah Peretasan US$16 Juta, Telusuri Wallet yang Dicurigai ke Insiden 2025

Kami di CoinMagnetic mencermati klarifikasi terbaru yang diberikan oleh bursa kripto asal India, CoinDCX. Co-founder CoinDCX, Sumit Gupta, secara tegas membantah adanya insiden peretasan baru yang menimpa platform mereka, merespons kekhawatiran yang sempat beredar di tengah komunitas aset digital.
Klarifikasi ini muncul setelah seorang peneliti keamanan menyoroti pergerakan dana mencurigakan berupa transfer Tether (USDT) senilai US$15,99 juta yang keluar dari sebuah wallet. Wallet tersebut sebelumnya memang dikaitkan dengan aktivitas operasional platform pertukaran aset kripto tersebut.
Menanggapi temuan itu, Gupta menjelaskan bahwa alamat-alamat wallet yang dimaksud sebenarnya sudah berada di bawah kepemilikan CoinDCX jauh sebelum insiden peretasan yang terjadi pada Juli 2025. Dana yang berpindah tersebut merupakan bagian dari aset yang telah terdampak dan dikompromikan dalam serangan siber pada periode lalu.
Bagi pasar kripto secara keseluruhan, kejelasan informasi semacam ini sangat krusial untuk meredam kepanikan investor dan mencegah penyebaran berita palsu terkait keamanan bursa. Transparansi dari pihak manajemen membantu menjaga kepercayaan pengguna terhadap integritas operasional platform di tengah ketidakpastian pasar.
Kedepannya, kami memperkirakan para pelaku industri akan semakin memperketat pengawasan terhadap pergerakan wallet lama dan aset yang terkait dengan insiden keamanan historis. Komunitas kripto tentu akan terus memantau langkah-langkah mitigasi lanjutan yang diambil oleh CoinDCX untuk memastikan keamanan dana pengguna secara menyeluruh.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Survei OJK catat literasi keuangan Indonesia capai 69% dengan inklusi 93%

Program satu orang satu rekening bidik 25 juta warga kurang mampu di Indonesia

Bitunix kerek dana proteksi jadi US$50 juta untuk lindungi pengguna

Kejari Indramayu Serahkan Hasil Sita BPR Bangkrut Rp2,78 M ke LPS

Saham ANTM tetap solid meski keluar dari indeks MSCI Global Standard
