Langsung ke konten
PasarNetral

Rupiah jatuh 0,59% saat dolar AS tembus Rp17.900

Sumber: CNBC Indonesia
Rupiah jatuh 0,59% saat dolar AS tembus Rp17.900

Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin dalam pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Nilai tukar rupiah tercatat melemah sebesar 0,59% dan menembus angka Rp17.900 per dolar AS. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang dihadapi oleh mata uang Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia.

Pentingnya pergerakan nilai tukar ini tidak dapat dianggap remeh. Rupiah yang terus melemah menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh ekonomi Indonesia, terutama dalam konteks inflasi yang tinggi dan defisit neraca perdagangan. Ketidakpastian di pasar global, termasuk keputusan suku bunga oleh Federal Reserve, turut berperan dalam mempengaruhi nilai tukar rupiah. Banyak pelaku pasar yang khawatir bahwa pelemahan ini akan berlanjut, mengingat tekanan pada mata uang lokal.

Dampak pasar dari pelemahan rupiah ini dapat dirasakan di berbagai sektor. Bagi importir, biaya barang yang diimpor akan meningkat, yang pada gilirannya dapat memicu inflasi lebih lanjut. Sementara itu, bagi eksportir, meskipun ada keuntungan dari nilai tukar yang lebih rendah, ketidakpastian yang ada dapat menghambat keputusan investasi. Pasar saham juga merespons negatif, dengan indeks yang menunjukkan tren penurunan akibat kekhawatiran investor.

Ke depan, prospek untuk rupiah dan ekonomi Indonesia akan sangat bergantung pada kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia dan bagaimana respons pasar terhadap berita ekonomi global. Jika Federal Reserve melanjutkan kebijakan pengetatan moneter, kemungkinan besar rupiah akan terus menghadapi tekanan. Investor dan pelaku pasar diharapkan untuk memantau perkembangan ini dengan seksama, karena potensi fluktuasi lebih lanjut dapat memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: September 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait