BI Turunkan GWM Bank Konvensional Jadi 7%, Syariah 5,5%

Bank Indonesia resmi mengambil langkah strategis dengan menurunkan Giro Wajib Minimum untuk bank konvensional menjadi 7 persen dari posisi sebelumnya di angka 9 persen. Kebijakan pelonggaran makroprudensial ini juga berlaku bagi bank syariah, di mana rasio GWM diturunkan menjadi 5,5 persen. Keputusan ini mencerminkan upaya otoritas moneter dalam mengelola likuiditas perekonomian secara lebih fleksibel di tengah dinamika sektor keuangan yang terus berkembang.
Latar belakang dari kebijakan ini berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong penyaluran kredit ke sektor riil. Dalam beberapa waktu terakhir, kebutuhan likuiditas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional menjadi fokus utama bagi para pembuat kebijakan. Dengan menurunkan kewajiban bagi bank untuk menempatkan dana di bank sentral, ruang gerak lembaga keuangan dalam mengoptimalkan dana pihak ketiga menjadi jauh lebih luas.
Bagi ekosistem aset digital dan kripto, kebijakan pelonggaran likuiditas makroprudensial ini membawa dampak tidak langsung yang cukup signifikan. Ketika likuiditas di sistem perbankan konvensional dan syariah meningkat, minat investor terhadap instrumen investasi alternatif, termasuk aset kripto, kerap ikut terdampak seiring dengan pergerakan selera risiko di pasar keuangan secara keseluruhan. Aliran modal yang lebih longgar sering kali menciptakan dinamika baru pada volume perdagangan aset berisiko.
Kedepan, kami di CoinMagnetic akan terus memantau bagaimana implementasi penurunan GWM ini diserap oleh sektor perbankan nasional. Langkah lanjutan dari bank sentral serta respons pasar terhadap ketersediaan likuiditas ini akan menjadi penentu utama arah pertumbuhan ekonomi dan pasar keuangan secara luas dalam beberapa bulan mendatang.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Cermati Dinamika Pasar, Jasa Marga (JSMR) Siapkan Opsi Buyback Saham

Elon Musk Mau Merger Tesla dan SpaceX, Sahamnya Terbang

Daftar Manuver BI Jaga Rupiah Lawan Dolar, Insentif Hedging Diperbesar

BI Keluarkan Jurus Buat Genjot Penyaluran Kredit Bank, Simak!

BI: Defisit Transaksi Berjalan 2026 Diperkirakan 1,6-2,4%
