BI Pangkas GWM, Bos-Bos Bank Kompak Buka Suara Soroti Likuiditas

Bank Indonesia secara resmi telah memangkas Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank konvensional maupun bank syariah. Kebijakan strategis ini diambil untuk menyuntikkan tambahan likuiditas ke dalam sistem perbankan nasional di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Langkah pelonggaran makroprudensial ini menjadi sangat penting karena memperluas ruang gerak perbankan dalam menyalurkan kredit kepada masyarakat dan sektor produktif. Di tengah ketatnya kondisi keuangan global dan domestik, ketersediaan likuiditas yang memadai merupakan fondasi utama untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
Bagi ekosistem aset digital dan kripto di Indonesia, peningkatan likuiditas perbankan ini berpotensi memberikan dampak tidak langsung yang positif. Ketika perbankan memiliki likuiditas lebih longgar, minat investor terhadap instrumen investasi alternatif, termasuk aset kripto, cenderung ikut terdongkrak seiring dengan meningkatnya perputaran dana di pasar.
Ke depan, kami melihat para pelaku pasar akan terus memantau efektivitas transmisi kebijakan GWM ini terhadap penyaluran kredit riil. Kami menyarankan investor untuk tetap mencermati perkembangan makroekonomi domestik dan kebijakan lanjutan dari otoritas moneter dalam mengambil keputusan investasi di pasar kripto.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Demi Genjot Kredit, BI Guyur Likuiditas Rp458,5 T ke Perbankan

Munger Protege Li Lu Sebut Aset Kripto “Fundamentally Bogus” dan Prediksi Kehancurannya

Dewan Syariah Nasional MUI dorong kehadiran Danantara Syariah pada tahun depan

Pola head-and-shoulder hantui Solana di tengah arus keluar ETF dan adopsi

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M
