Munger Protege Li Lu Sebut Aset Kripto “Fundamentally Bogus” dan Prediksi Kehancurannya

Dalam sebuah acara bincang-bincang di New York baru-baru ini, Li Lu selaku pendiri Himalaya Capital menyampaikan kritik tajam terhadap industri aset digital. Ia secara terbuka menyatakan bahwa aset kripto pada dasarnya bersifat palsu dan memprediksi bahwa seluruh ekosistem tersebut pada akhirnya akan mengalami kehancuran total.
Pernyataan keras dari figur yang dikenal sebagai anak didik investor legendaris Charlie Munger ini menarik perhatian luas dari para pelaku pasar keuangan tradisional maupun kripto. Sebagai pemimpin di Himalaya Capital dan sosok yang mewarisi banyak prinsip investasi nilai dari Munger, pandangan Li Lu mencerminkan skeptisisme mendalam yang kerap disuarakan oleh para investor konservatif terhadap instrumen berbasis blockchain.
Bagi pasar kripto, komentar dari tokoh berpengaruh seperti Li Lu berpotensi menambah tekanan sentimen negatif di tengah fluktuasi harga yang sedang terjadi. Pernyataan semacam ini sering kali memicu perdebatan ulang di kalangan investor institusional mengenai legitimasi jangka panjang dan nilai intrinsik dari aset kripto di tengah ketidakpastian regulasi global.
Menatap ke depan, para pelaku pasar kini memantau bagaimana narasi anti-kripto dari kalangan investor nilai tradisional ini akan memengaruhi adopsi institusional. Apakah pandangan ini akan membatasi aliran dana masuk atau justru diabaikan oleh para pendukung aset digital tetap menjadi pertanyaan utama bagi masa depan industri ini.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Dewan Syariah Nasional MUI dorong kehadiran Danantara Syariah pada tahun depan

Pola head-and-shoulder hantui Solana di tengah arus keluar ETF dan adopsi

Pakar Ingatkan Efek MSCI ke Rupiah, Waspada Dana Kabur Bisa US$25 M

Dasco Serukan Buy Indonesia, Yakin Pasar Saham RI Pulih

Fundamental Bisnis Kuat, BNI (BBNI) Umumkan Lanjut Buyback Saham
