Langsung ke konten
Analisis

Beli Crypto Pakai QRIS di Indonesia: Sudah Bisa, Tapi Ada Batasannya

QRIS sudah jadi standar pembayaran nasional, tapi tidak semua bursa crypto di Indonesia mendukungnya untuk deposit IDR. Kami bedah bursa mana yang sudah bisa, batas transaksi yang berlaku, dampak transisi Bappebti–OJK, dan cara pakai QRIS tanpa kacaukan catatan pajak kamu.

Beli Crypto Pakai QRIS di Indonesia: Sudah Bisa, Tapi Ada Batasannya
Methodology
Learn more

Original analysis, verified sources, real-world experience

QRIS sudah ada di mana-mana – dari warung bubur ayam sampai supermarket, dari parkir mal sampai tagihan PLN. Tapi kalau kamu mau beli Bitcoin atau altcoin pakai QRIS, ceritanya agak berbeda dari yang kamu bayangkan.

Dulu Ribet, Sekarang Mulai Bisa

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) diluncurkan Bank Indonesia pada Agustus 2019 dan diwajibkan untuk semua merchant sejak 2020. Prinsipnya: satu QR code yang bisa dibayar dari dompet digital apa pun – GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, LinkAja, hingga m-banking BCA, BRI, Mandiri, dan lainnya.

Untuk trader crypto, ini menarik karena transfer bisa instan, tanpa perlu input nomor rekening panjang, dan bisa dari berbagai sumber dana sekaligus. Pas banget kalau kamu mau masuk pasar cepat saat harga sedang bergerak.

Mana Bursa yang Sudah Support QRIS?

Situasinya masih campur aduk. Beberapa bursa terdaftar Bappebti – yang kini sedang transisi ke OJK – sudah mendukung QRIS untuk deposit IDR, tapi dengan catatan tersendiri.

Pintu

Pintu adalah bursa yang paling aktif mengintegrasikan metode pembayaran lokal. QRIS tersedia untuk deposit, dengan limit per transaksi mengikuti batas standar Bank Indonesia. Antarmukanya juga cukup intuitif – kamu tinggal pilih QRIS di menu deposit, scan, dan dana masuk dalam hitungan detik. Cocok untuk trader ritel yang sering top-up dalam jumlah kecil.

Indodax

Indodax, bursa crypto terbesar Indonesia berdasarkan volume, juga mendukung QRIS melalui integrasi payment gateway. Prosesnya sedikit lebih panjang dibanding Pintu, tapi opsinya tetap ada. Indodax lebih sering memperbarui metode pembayarannya, jadi pantau halaman deposit mereka langsung untuk info terbaru.

Tokocrypto, Reku, dan Mobee

Tokocrypto cenderung mendorong transfer bank dan virtual account untuk deposit IDR dalam jumlah besar. QRIS tersedia sebagai opsi, tapi bukan yang dipromosikan utama. Reku dan Mobee juga serupa – QRIS ada, tapi lebih sebagai pelengkap, bukan jalur utama.

Yang Sering Salah Dipahami: QRIS Bukan untuk Bayar Pakai Crypto

Ini poin paling penting. QRIS untuk crypto yang dimaksud di sini bukan berarti kamu bayar kopi pakai Bitcoin lalu penjual terima QRIS. Yang terjadi adalah: kamu transfer IDR ke akun bursa crypto kamu pakai QRIS, lalu pakai IDR itu untuk beli crypto.

Bank Indonesia secara tegas melarang crypto sebagai alat pembayaran di Indonesia. Sistem QRIS sendiri hanya memproses rupiah – bukan aset kripto. Jadi, QRIS dalam konteks crypto = jalur fiat masuk ke bursa, bukan mekanisme pembayaran langsung dengan aset digital.

Batas Rp 10 Juta Per Transaksi

Bank Indonesia menaikkan batas maksimum transaksi QRIS dari Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta per transaksi pada November 2023. Ini bukan aturan bursa, tapi aturan BI yang berlaku untuk semua merchant QRIS tanpa terkecuali.

Artinya untuk kamu:

  • Deposit lebih dari Rp 10 juta sekaligus? QRIS bukan pilihan – pakai transfer bank
  • Untuk trading ritel dengan entry kecil di bawah Rp 10 juta, QRIS sangat praktis
  • Beberapa bursa juga mengenakan biaya QRIS kecil (biasanya 0,3–0,7%) – cek dulu sebelum pakai

Transisi Bappebti ke OJK: Apa Dampaknya ke Integrasi Pembayaran?

Sejak UU P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan) disahkan, pengawasan aset kripto di Indonesia beralih dari Bappebti ke OJK. Proses transisi ini berlangsung bertahap. OJK secara berkala merilis pembaruan terkait regulasi aset kripto di halaman siaran pers mereka.

Dampaknya ke integrasi pembayaran belum sepenuhnya terasa, tapi ada beberapa hal yang perlu kamu pantau:

  • OJK memiliki standar kepatuhan lebih ketat untuk jasa keuangan dibanding Bappebti sebelumnya
  • Ada potensi harmonisasi antara regulasi pembayaran (domain Bank Indonesia) dan aset kripto (domain OJK baru) yang bisa membuka jalan untuk integrasi lebih dalam
  • Bursa yang sedang dalam proses perizinan OJK mungkin perlu menyesuaikan sistem deposit mereka, termasuk QRIS

Perubahan regulasi ini bisa berarti lebih banyak bursa yang mendapat izin resmi OJK akan diwajibkan punya integrasi pembayaran yang lebih terstandar – termasuk QRIS sebagai opsi wajib.

Kapan Pakai QRIS, Kapan Pakai Transfer Bank

Panduan singkat buat kamu:

  • Pakai QRIS kalau: deposit cepat di bawah Rp 10 juta, saldo tersebar di berbagai dompet digital, atau mau masuk pasar saat ada momentum harga mendadak
  • Pakai transfer bank kalau: deposit besar di atas Rp 10 juta, ingin menghindari biaya merchant QRIS, atau butuh rekam jejak transaksi yang lebih jelas untuk pembukuan
  • Pakai virtual account kalau: bursa kamu belum support QRIS atau butuh konfirmasi terstruktur untuk laporan pajak

Satu Hal yang Sering Diabaikan: Catatan untuk Pajak

Sejak PPh 0,1% dan PPN 0,11% berlaku untuk transaksi crypto di Indonesia, kamu butuh rekam jejak yang jelas tentang berapa IDR yang masuk ke bursa dan kapan. QRIS memang praktis, tapi pastikan bursa kamu mencatat setiap deposit QRIS dengan detail yang cukup.

Beberapa bursa mengirimkan konfirmasi email atau notifikasi in-app untuk setiap deposit. Simpan bukti ini. Kamu perlu bisa menunjukkan bahwa rupiah yang masuk ke akun bursa adalah dana yang sudah kamu miliki sebelumnya, bukan penghasilan baru yang belum dilaporkan. Untuk detail kewajiban pajak crypto, Direktorat Jenderal Pajak menyediakan panduan di situs resmi mereka.

Ke Depannya: Makin Mudah atau Tetap Terbatas?

Dengan ekosistem pembayaran digital Indonesia yang terus berkembang dan transisi pengawasan ke OJK, kemungkinan besar integrasi QRIS di bursa crypto akan semakin mulus. Batas Rp 10 juta per transaksi dari BI tetap jadi faktor pembatas utama selama kebijakan ini tidak diubah.

Yang jelas, untuk trader ritel Indonesia yang sering masuk–keluar pasar dengan modal kecil, QRIS sudah cukup fungsional sekarang – selama kamu pilih bursa yang memang sudah mengintegrasikannya dengan baik.

Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan saran investasi. Kamu bertanggung jawab penuh atas keputusan finansial dan trading kamu sendiri.

Artikel ini untuk tujuan edukasi dan bukan saran investasi. Aset kripto memiliki risiko tinggi. Hanya perdagangkan dana yang mampu Anda relakan.

Denis Chaplinskii

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Pendiri: Denis Chaplinskii (investor kripto sejak 2017)

Diperbarui: Juni 2026

Ikuti analisis kami di Telegram

Kami menerbitkan analisis, rangkuman dan prakiraan di saluran Telegram.

Ikuti saluran

Artikel terkait