IHSG tergerus ke zona merah setelah klaim Trump soal Hormuz

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan yang signifikan dan tergelincir ke zona merah setelah pernyataan kontroversial dari mantan Presiden AS, Donald Trump, mengenai Tanjung Hormuz. Dalam video yang diunggah, Trump mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan milik Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran di pasar global. Penurunan ini juga dipengaruhi oleh lonjakan yield obligasi global yang telah melampaui perkiraan, menambah tekanan pada pasar saham di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Pernyataan Trump bukan hanya menarik perhatian media, tetapi juga menciptakan ketidakpastian di kalangan investor. Tanjung Hormuz adalah jalur penting bagi pengiriman minyak dunia, dan klaim tersebut dapat berpotensi memicu ketegangan geopolitik. Ketegangan di wilayah ini dapat memengaruhi harga minyak dan stabilitas pasar, sehingga membuat investor lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan. Latar belakang ini menjelaskan mengapa respons pasar terhadap klaim tersebut dapat sangat signifikan.
Dampak pasar terlihat jelas ketika IHSG mencatat penurunan hingga beberapa persen, di tengah kekhawatiran akan dampak dari lonjakan yield obligasi global. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan dana mereka dari saham ke obligasi, membuat pasar saham mengalami tekanan. Hal ini terlihat dari penurunan beberapa sektor, termasuk sektor energi dan komoditas yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak.
Melihat prospek ke depan, investor akan terus memantau situasi di Tanjung Hormuz dan respons dari pemerintah AS serta negara-negara lain. Jika ketegangan berlanjut, bisa dipastikan bahwa IHSG dan pasar saham lainnya akan tetap bergejolak. Namun, jika klaim tersebut tidak diindahkan dan situasi geopolitik membaik, ada kemungkinan pemulihan di pasar saham. Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Agustus 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Andrew Yang usulkan pajak AI sebagai alternatif pajak penghasilan

Obligasi dorong saham turun setelah Wall Street capai rekor baru

Utang AS US$40 Triliun: Bisakah Warga Amerika Bahkan Mampu Beli Bitcoin dan Aset Kripto Saat Ini?

OJK catat 16 penyelenggara pinjaman daring dengan TWP90 di atas 5%

Yen melemah dan imbal hasil melonjak, dampaknya pada Bitcoin di Jepang
