BI gratiskan biaya transaksi QRIS hingga Rp 500 ribu, dampak bagi acquirer

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menggratiskan biaya transaksi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) hingga Rp 500 ribu. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong adopsi sistem pembayaran digital di seluruh Indonesia, terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah yang mungkin mengalami kesulitan dalam membayar biaya transaksi. Dengan adanya insentif ini, diharapkan akan ada peningkatan penggunaan QRIS, yang merupakan salah satu metode pembayaran non-tunai yang semakin populer di tanah air.
Kebijakan penghapusan biaya transaksi ini menjadi sangat penting mengingat tren digitalisasi yang semakin meningkat. Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan metode pembayaran digital telah mengalami lonjakan yang signifikan, terutama sejak pandemi COVID-19. BI berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan efisien. Dengan mengurangi biaya transaksi, BI berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan QRIS, terutama di segmen usaha kecil yang seringkali lebih sensitif terhadap biaya.
Dampak dari kebijakan ini diharapkan dapat memberikan efek positif bagi pasar cryptocurrency dan sistem pembayaran digital lainnya. Dengan meningkatnya adopsi QRIS, kemungkinan besar akan ada peningkatan dalam transaksi digital secara keseluruhan, termasuk di dalamnya penggunaan mata uang kripto. Para pelaku pasar mungkin akan melihat hal ini sebagai peluang untuk memperkenalkan produk dan layanan mereka yang berbasis blockchain kepada konsumen yang lebih luas.
Ke depan, kami berharap bahwa kebijakan ini akan mendorong lebih banyak inovasi dalam sektor pembayaran digital. Dengan semakin banyaknya pengguna QRIS, para pengembang dan penyedia layanan keuangan diharapkan dapat menciptakan solusi yang lebih baik dan lebih efisien. Selain itu, peningkatan infrastruktur digital juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, di mana lebih banyak orang dapat mengakses layanan keuangan dan teknologi.
Dengan penghapusan biaya transaksi ini, kami juga mencatat bahwa para acquirer, yaitu perusahaan yang menyediakan layanan pemrosesan transaksi, akan harus beradaptasi dengan perubahan ini. Mereka mungkin perlu mencari cara baru untuk menghasilkan pendapatan di tengah pengurangan pendapatan dari biaya transaksi. Namun, jika mereka dapat berinovasi dan menawarkan nilai tambah bagi pengguna, maka peluang pertumbuhan dalam ekosistem pembayaran digital ini tetap terbuka lebar.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Agustus 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Investor asing suntik modal US$7,72 miliar ke pasar saham dan SBN Indonesia

3 Perusahaan Trading Masih Melakukan Short pada Bitcoin dan Ethereum meskipun Harga Mengalami Reli Tajam

Michael Saylor ungkap strategi investasi miliarder dan uji Bitcoin

IHSG melemah 0,37% ke level 6.501 pada 24 Agustus 2026

Aliran Masuk ETF XRP Catat Rekor US$1,55 Miliar di Tengah Reli Harga 70%
