Siapkan Bisnis PFII, Bos Danantara Belajar dari Eks-CEO DIFC

Dalam langkah strategis untuk mempersiapkan pembentukan Platform Finansial Internasional Indonesia (PFII), Menteri Investasi Rosan Roeslani telah melakukan konsultasi dengan Dubai International Financial Centre (DIFC). Konsultasi ini bertujuan untuk mempelajari praktik-praktik sukses yang telah diterapkan di Dubai dan Singapura dalam pengembangan sektor keuangan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan PFII dapat mengintegrasikan praktik terbaik yang telah terbukti efektif di pasar internasional, sehingga bisa mendatangkan investasi yang lebih besar ke Indonesia.
Pentingnya langkah ini tidak bisa diremehkan. Seiring dengan meningkatnya persaingan dalam menarik investasi asing, Indonesia perlu memanfaatkan setiap peluang untuk memperkuat posisinya sebagai tujuan investasi. DIFC, yang telah berhasil menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia, menawarkan model yang dapat diadaptasi dengan kondisi dan kebutuhan pasar Indonesia. Dengan belajar dari pengalaman DIFC, diharapkan PFII dapat mengembangkan infrastruktur dan regulasi yang lebih baik untuk menarik para investor global.
Dari sisi pasar, pembentukan PFII diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ekosistem kripto dan aset digital di Indonesia. Dengan adanya platform yang lebih terstruktur dan diatur dengan baik, para pelaku industri kripto dapat lebih percaya diri untuk berinvestasi dan beroperasi di pasar domestik. Ini juga berpotensi meningkatkan likuiditas dan volume transaksi di pasar kripto Indonesia, mengingat ketertarikan investor terhadap inovasi keuangan yang berbasis teknologi semakin meningkat.
Melihat ke depan, prospek PFII sangat menjanjikan. Jika semua rencana berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Indonesia bisa menjadi pusat finansial yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, dengan adanya dukungan dari DIFC dan pengalaman yang diperoleh dari konsultasi tersebut, kami berharap PFII dapat segera beroperasi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kesuksesan PFII akan tergantung pada kemampuan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk mengimplementasikan regulasi yang tepat dan mendorong inovasi di sektor keuangan, termasuk di dalamnya aset digital dan kripto.
Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya akan memperkuat fondasi ekonomi Indonesia, tetapi juga membuka peluang baru bagi para pelaku bisnis dan investor di sektor keuangan dan teknologi. Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi terbaru mengenai langkah-langkah yang diambil dalam membentuk PFII dan dampaknya terhadap pasar.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Juli 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Bug integer overflow buat Notional Finance rugi US$1,7 juta di escrow

IMF ungkap donasi swasta pendorong cadangan Bitcoin El Salvador

Transformasi Telkom jadi holding strategis targetkan penghematan Rp30 triliun

Investor asing akumulasi saham bank Rp3,87 triliun dalam 5 hari

Setoran laba Danantara ke APBN Rp120 T terhambat mekanisme dan UU BUMN
