Bank Indonesia ekspansi QRIS ke Hong Kong, Saudi, Timor Leste dan India

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan rencana untuk memperluas sistem pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) ke beberapa negara, yaitu Hong Kong, Saudi Arabia, Timor Leste, dan India. Langkah ini bertujuan untuk mempermudah transaksi internasional dan mendukung aktivitas perdagangan serta pariwisata antara Indonesia dan negara-negara tersebut. Dengan adanya QRIS, pengguna akan dapat melakukan transaksi tanpa harus melakukan konversi mata uang, yang tentunya akan menghemat waktu dan biaya.
Ekspansi QRIS ini merupakan bagian dari upaya BI untuk meningkatkan inklusi keuangan di dalam dan luar negeri. Dengan semakin banyaknya negara yang menerima QRIS, diharapkan akan ada peningkatan dalam jumlah transaksi lintas negara yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Selain itu, langkah ini juga dapat menarik perhatian wisatawan asing yang ingin melakukan transaksi di Indonesia dengan lebih mudah dan efisien.
Dampak dari perluasan QRIS ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi domestik, terutama dalam sektor pariwisata dan perdagangan. Dengan memudahkan transaksi, baik bagi pengunjung asing maupun pelaku usaha, sistem ini dapat membantu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia. Di sisi lain, pelaku usaha yang bertransaksi dengan mitra luar negeri juga akan merasakan manfaat dari sistem ini, karena dapat mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran tradisional yang sering kali rumit dan mahal.
Ke depan, kami berharap bahwa QRIS akan terus mendapatkan adopsi yang lebih luas tidak hanya di negara-negara yang telah disebutkan, tetapi juga di negara-negara lain. BI berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan sistem pembayaran digital di Indonesia, sehingga dapat bersaing secara global. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Indonesia akan semakin menjadi pusat keuangan digital di Asia Tenggara.
Secara keseluruhan, perluasan QRIS merupakan langkah positif yang menunjukkan komitmen Indonesia untuk berintegrasi lebih dalam dengan ekonomi global. Dengan adanya sistem ini, kami optimis bahwa transaksi internasional akan semakin lancar dan efisien, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di masa depan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

RI bersiap hadapi tantangan ekonomi global yang tak terduga

Reformasi CFTC di bawah Trump berpotensi rugikan aset kripto

Quantum memory dapat mendukung uang kuantum dan ancam Bitcoin

Bank Tabungan Negara rombak susunan direksi untuk perbaikan kinerja

Minat produk asuransi berbasis USD diperkirakan meningkat di Indonesia
