Saham Cina Cetak Rekor Penurunan Selama 10 Minggu Meski Pertumbuhan GDP 4,5%

Pasar saham di Cina baru saja mencatat penutupan lebih rendah selama 10 minggu berturut-turut. Berdasarkan data dari Barchart, rangkaian negatif ini merupakan rekor kekalahan terpanjang dalam sejarah indeks utama negara tersebut. Kondisi ini menarik perhatian luas dari para pelaku pasar di seluruh dunia yang mengamati dinamika ekonomi global.
Situasi ini menjadi sangat kontras karena terjadi di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 4,5%. Para ekonom dan investor kini memantau fenomena ini dengan saksama untuk memahami mengapa aksi jual saham di Cina semakin dalam di tengah indikator pertumbuhan yang positif tersebut.
Bagi pasar mata uang kripto, ketidakpastian di pasar tradisional sering kali memicu pergeseran sentimen investor secara global. Tekanan jual yang berkepanjangan pada aset ekuitas di ekonomi terbesar kedua di dunia ini dapat memengaruhi selera risiko secara keseluruhan, termasuk terhadap aset digital seperti Bitcoin dan altcoin.
Ke depan, para pelaku pasar dan analis akan terus memantau kebijakan lanjutan dari otoritas Cina serta respons pasar keuangan global. Perkembangan lebih lanjut dari situasi ini diproyeksikan akan memberi petunjuk penting mengenai arah likuiditas dan stabilitas pasar makroekonomi dalam beberapa pekan mendatang.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Goldman Rilis 23 Saham Defensif untuk Investor yang Khawatir soal Reli AI

Gangguan Revolut kosongkan saldo portofolio investor kripto dan saham

Meme Coin Bernama Quinelings Milik Charles Hoskinson Anjlok Lebih dari 90% dalam Beberapa Jam

Anak Hermanto Tanoko Borong Saham Avia Senilai Rp 2,2 Miliar

Ada Transaksi REPO Rp245,13 M di Saham Bakrie (ENRG)
