Langsung ke konten
RegulasiTurun

Depresiasi rupiah capai 7,9 persen di tengah tekanan ekonomi global

Sumber: CNBC Indonesia
Depresiasi rupiah capai 7,9 persen di tengah tekanan ekonomi global

Kami di CoinMagnetic mencermati perkembangan terbaru dari Bank Indonesia yang melaporkan bahwa nilai tukar rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 7,9 persen. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini terjadi di tengah kondisi global yang memburuk serta tingginya ketidakpastian di pasar keuangan internasional.

Latar belakang pelemahan ini tidak terlepas dari dinamika makroekonomi global yang kompleks, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan arus modal keluar dari pasar berkembang. Kondisi geopolitik serta sentimen risk-off turut memperberat langkah mata uang regional termasuk rupiah dalam mempertahankan kestabilannya.

Meskipun mencatat angka pelemahan yang signifikan, Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa tingkat volatilitas rupiah masih berada dalam kisaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan kinerja sejumlah mata uang global lainnya. Stabilitas ini dijaga melalui berbagai instrumen intervensi pasar yang dilakukan oleh bank sentral.

Bagi ekosistem aset digital dan pasar kripto domestik, pergerakan nilai tukar fiat tetap menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi minat beli investor terhadap instrumen lindung nilai. Fluktuasi mata uang lokal sering kali mendorong sebagian pelaku pasar mencari alternatif aset yang dianggap lebih tahan terhadap inflasi.

Ke depannya, kami memperkirakan Bank Indonesia akan terus memantau indikator fundamental ekonomi secara ketat guna meredam tekanan lanjutan pada rupiah. Langkah-langkah stabilisasi lanjutan akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter global dan pemulihan neraca perdagangan domestik.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait