RI Dorong Transaksi Tanpa Dolar AS dalam Forum BRICS

Dalam sebuah pertemuan baru-baru ini, negara-negara anggota BRICS sepakat untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan internasional. Indonesia, sebagai anggota BRICS, mendorong langkah konkret untuk meningkatkan ketahanan ekonomi sambil menghadapi ketidakpastian yang terjadi di pasar global. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS yang selama ini mendominasi transaksi internasional.
Keputusan ini menjadi penting karena mata uang lokal dapat memberikan stabilitas lebih dalam transaksi perdagangan, terutama di tengah gejolak ekonomi yang sering terjadi akibat fluktuasi nilai tukar dolar AS. Dengan memperkuat penggunaan mata uang lokal, negara-negara anggota BRICS berharap dapat menciptakan sistem perdagangan yang lebih adil dan berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga dapat menjadi respons terhadap tekanan ekonomi yang dirasakan oleh banyak negara berkembang yang seringkali terpengaruh oleh kebijakan moneter negara-negara besar.
Dampak dari kebijakan ini terhadap pasar kripto juga patut diperhatikan. Dengan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, ada kemungkinan pasar kripto akan mendapatkan momentum baru. Cryptocurrency sering dianggap sebagai alternatif bagi mata uang fiat tradisional, dan jika negara-negara BRICS lebih terbuka terhadap penggunaan mata uang digital, hal ini dapat memperluas adopsi crypto di kalangan negara-negara berkembang. Hal ini juga dapat meningkatkan likuiditas dan penggunaan kripto dalam perdagangan internasional.
Ke depan, kami berharap langkah ini dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai integrasi sistem keuangan yang lebih inklusif di antara negara-negara BRICS. Inisiatif ini bisa jadi menjadi batu loncatan bagi negara-negara lain untuk mengeksplorasi potensi mata uang digital sebagai alat transaksi. Pengembangan lebih lanjut dalam kerangka kerja bersama dapat membantu negara-negara anggota BRICS untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di pasar global dan memperkuat posisinya dalam ekonomi dunia.
Secara keseluruhan, keputusan untuk memperkuat penggunaan mata uang lokal dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS menunjukkan komitmen BRICS untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi para pelaku pasar, baik di sektor tradisional maupun digital, untuk mempersiapkan diri menghadapi era baru dalam perdagangan internasional.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

3% Trader Polymarket Raih 27% Dari Seluruh Profit, Studi Yale Temukan

IHSG anjlok lebih dari 1% di awal perdagangan akibat ketegangan geopolitik

Peringatan perlambatan AI dari Anthropic tekan Futures saham menjelang pembukaan

IHSG Dibuka Melemah, Turun 0,13% ke 6.532

Rekomendasi Saham Hari Ini: BRMS, ANTM, hingga IRSX
