Langsung ke konten
RegulasiTurun

RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya!

Sumber: CNBC Indonesia
RI Alami Halusinasi Daya Beli, Ekonom Ungkap Faktanya!

Kami di CoinMagnetic menyoroti pernyataan Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk, David E. Sumual, mengenai kondisi ekonomi domestik terkini. Menurut beliau, konsumsi masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami fenomena lipstick effect. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran pola belanja konsumen di tengah tantangan ekonomi yang ada.

Secara kontekstual, lipstick effect merupakan istilah ekonomi yang menggambarkan perilaku konsumen ketika mereka mengurangi pengeluaran untuk barang-barang mewah atau bernilai tinggi yang berbiaya besar, namun tetap membeli barang-barang konsumsi berskala kecil atau produk sekunder yang dianggap sebagai bentuk hiburan atau pelipur lara. Situasi ini sering kali dikaitkan dengan melemahnya daya beli kelas menengah yang harus lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran bulanan mereka.

Bagi pasar kripto, kondisi ekonomi makro seperti ini memiliki implikasi yang patut dicermati. Ketika daya beli masyarakat mengalami tekanan dan terjadi pergeseran prioritas pengeluaran, minat masyarakat terhadap instrumen investasi berisiko tinggi termasuk aset kripto berpotensi terpengaruh. Sebagian investor ritel mungkin akan lebih berhati-hati dan mengutamakan likuiditas untuk kebutuhan sehari-hari dibandingkan menambah portofolio digital mereka.

Ke depan, kami memperkirakan bahwa pergerakan pasar kripto domestik akan sangat bergantung pada bagaimana pemangku kebijakan merespons dinamika daya beli ini. Perkembangan indikator ekonomi makro selanjutnya akan menjadi acuan penting bagi para pelaku pasar dalam menentukan langkah strategis, baik dalam menghadapi ketidakpastian maupun dalam membaca peluang pemulihan ekonomi nasional.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait