Raoul Pal Sebut Belanja AI Tidak Ada Batasnya, Apakah Saham Teknologi di Risiko?

Raoul Pal menyatakan bahwa belanja modal untuk kecerdasan buatan atau AI oleh para penyedia layanan skala besar atau hyperscaler tidak memiliki batas. Menurut pandangannya, berbagai kekhawatiran terkait beban utang yang ditanggung oleh perusahaan teknologi besar atau Big Tech saat ini dinilai terlalu berlebihan.
Pernyataan ini muncul di tengah perhatian pasar terhadap lonjakan penjualan obligasi yang diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2026. Latar belakang ini memicu perdebatan di kalangan investor mengenai keberlanjutan pendanaan infrastruktur teknologi yang masif dan dampaknya terhadap stabilitas keuangan perusahaan.
Bagi pasar kripto dan aset digital, dinamika di sektor saham teknologi sering kali mencerminkan sentimen risiko global. Aliran modal yang masif ke sektor teknologi dan AI dapat memengaruhi likuiditas secara keseluruhan, yang pada gilirannya berdampak langsung pada pergerakan harga aset kripto seperti Bitcoin dan altcoin utama.
Ke depannya, para pelaku pasar akan terus memantau bagaimana perusahaan-perusahaan besar mengelola pendanaan utang dan belanja modal mereka. Perkembangan regulasi serta adopsi teknologi lanjutan juga akan menjadi penentu utama arah sentimen pasar keuangan secara makro.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

BEI Ubah Cara Berantas Manipulasi Saham, Sasar Rekening Pelaku

IHSG bangkit 0,31% ke 5.282,31 didorong aksi beli asing

Benjamin Cowen bandingkan potensi penurunan bitcoin dengan pergerakan harga silver

Federal Reserve pertahankan suku bunga dan pangkas jadwal rapat 2027

Belanja AI Microsoft yang lebih rendah dorong saham naik hampir 5%
