Pertumbuhan Peredaran Uang Primer Susut di RI, September Rp2.353,1 T

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan bahwa peredaran uang primer atau base money mengalami penyusutan pertumbuhan pada bulan September 2026. Total peredaran uang primer pada bulan tersebut tercatat mencapai Rp2.353,1 triliun. Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam likuiditas pasar dan dapat menjadi indikator arah kebijakan moneter yang diambil oleh BI ke depan.
Pentingnya informasi ini terletak pada peran uang primer sebagai salah satu instrumen utama dalam mengukur likuiditas di perekonomian Indonesia. Peredaran uang primer yang lebih rendah dapat mencerminkan pengetatan kebijakan moneter yang mungkin dilakukan oleh BI untuk mengendalikan inflasi atau menjaga stabilitas ekonomi. Sebelumnya, pertumbuhan peredaran uang primer cenderung meningkat, dan penyusutan ini bisa menjadi sinyal bahwa BI sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat.
Dampak dari penyusutan ini terhadap pasar kripto dan aset digital lainnya dapat menjadi perhatian bagi para investor. Ketika likuiditas di pasar tradisional berkurang, para investor mungkin akan mencari alternatif investasi, termasuk aset kripto. Namun, jika pengetatan kebijakan moneter berlanjut, bisa jadi akan ada dampak negatif terhadap minat investasi di sektor kripto, terutama jika investor merasa lebih nyaman dengan aset yang lebih stabil dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Melihat prospek ke depan, banyak pihak berharap bahwa BI akan memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai kebijakan moneter yang akan diambil. Jika BI memutuskan untuk melanjutkan pengetatan, maka kita bisa melihat dampak yang lebih besar terhadap peredaran uang dan pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, jika ada pelonggaran kebijakan, pasar mungkin akan merespons positif dengan meningkatnya minat pada aset-aset berisiko, termasuk cryptocurrency.
Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan pentingnya pemantauan kondisi ekonomi dan kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia, karena hal ini akan berdampak langsung pada berbagai sektor, termasuk pasar kripto. Investor perlu tetap waspada dan mengadaptasi strategi mereka sesuai dengan perubahan yang terjadi di dalam perekonomian.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Yard Charts Hadirkan Scanner Otomatis Gratis untuk Deteksi Pola Bullish dan Bearish Kripto

Penjualan saham oleh orang dalam meningkat saat pembelian institusi anjlok

Ketidakpastian harga emas hambat kesepakatan M&A di sektor pertambangan

SpaceX ajukan utang $40 miliar untuk chip Nvidia usai reli 16%

Wells Fargo tingkatkan target Meta menjadi US$1.000 sambil waspadai laba 2027
