Revolut alami kebocoran data kedua dalam sebulan akibat DriveWealth

Pelanggan Revolut kembali mengalami insiden kebocoran data, yang merupakan yang kedua kalinya dalam bulan ini. Kali ini, masalah tersebut disebabkan oleh penyedia pihak ketiga, DriveWealth, broker asal Amerika Serikat yang sebelumnya menangani perdagangan saham AS untuk pengguna Revolut. Kebocoran tersebut dilaporkan terjadi pada tanggal 4 dan 5 September, dan melibatkan ribuan pelanggan, termasuk beberapa di Irlandia, yang kini menghadapi potensi risiko terkait data pribadi mereka.
Insiden ini sangat penting karena menunjukkan kerentanan yang mungkin ada dalam sistem yang digunakan oleh Revolut dan mitranya. Sebelumnya, pada awal bulan ini, Revolut juga mengalami kebocoran data yang diduga disebabkan oleh kesalahan sistem internal mereka. Kebocoran yang berulang dalam waktu singkat ini dapat mengurangi kepercayaan pelanggan terhadap platform, terutama dalam industri keuangan di mana data pribadi dan keamanan sangatlah krusial.
Dampak pasar dari insiden ini bisa cukup signifikan. Meskipun belum ada reaksi yang jelas dari pasar saham Revolut, kebocoran data semacam ini dapat memicu penurunan dalam kepercayaan investor dan pengguna. Reputasi perusahaan fintech seperti Revolut sangat bergantung pada keamanan dan keandalan layanan mereka. Jika pelanggan merasa bahwa data pribadi mereka tidak aman, mereka mungkin akan beralih ke alternatif lain, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi pertumbuhan dan stabilitas perusahaan.
Ke depan, kami berharap Revolut akan mengambil langkah-langkah yang lebih ketat untuk memastikan keamanan data pelanggannya. Ini termasuk peningkatan sistem keamanan dan kolaborasi yang lebih kuat dengan mitra pihak ketiga seperti DriveWealth. Penting bagi Revolut untuk menjelaskan kepada pelanggan tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, serta memberikan jaminan bahwa data mereka akan dilindungi dengan lebih baik.
Selain itu, insiden ini juga dapat menarik perhatian regulator yang lebih besar terhadap industri fintech secara keseluruhan. Dengan semakin banyaknya kasus kebocoran data, kemungkinan adanya peraturan baru yang lebih ketat untuk melindungi data pribadi pengguna semakin meningkat. Ini dapat berdampak pada cara perusahaan fintech beroperasi dan berinteraksi dengan pelanggan mereka di masa depan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Pelindo Jasa Maritim copot Komisaris Silfester Matutina setelah lima hari

Ethereum mencetak higher high tetapi RSI tunjukkan potensi koreksi

Satu candle penutupan minggu ini bisa tentukan arah harga Bitcoin

Kiyosaki: Tiga Ungkapan Ini Menandakan Mentalitas Miskin

AMD dan Micron Raih Target Harga Baru saat Ekspor Chip Taiwan Catat Rekor US$30,8 Miliar
