Langsung ke konten
RegulasiTurun

Pasangan suami-istri Belanda curi Rp 87 miliar dari bank Batavia 1913

Sumber: CNBC Indonesia
Pasangan suami-istri Belanda curi Rp 87 miliar dari bank Batavia 1913

Pasangan suami-istri asal Belanda, A.M Sonneveld, baru-baru ini terungkap terlibat dalam pencurian bank yang terjadi di Batavia pada tahun 1913. Dalam aksi kriminal tersebut, mereka berhasil meraup hasil curian sebesar Rp 87 miliar. Penangkapan mereka terjadi setelah melarikan diri ke Hong Kong, di mana mereka berusaha menghindari konsekuensi dari tindakan mereka.

Kejadian ini memiliki latar belakang yang cukup menarik, mengingat pencurian bank pada awal abad ke-20 di Indonesia sering kali melibatkan metode yang cukup canggih dan berisiko tinggi. Batavia, yang saat itu adalah pusat perdagangan dan administrasi Hindia Belanda, menjadi lokasi yang menarik bagi para penjahat untuk melakukan aksinya. Aktivitas kriminal seperti ini tidak hanya mencerminkan sisi kelam sejarah kolonial, tetapi juga memengaruhi reputasi keamanan di wilayah tersebut.

Dampak dari penangkapan pasangan ini cukup signifikan, terutama dalam hal persepsi publik terhadap keamanan dan keadilan. Dengan terungkapnya kasus lama ini, masyarakat menjadi lebih waspada terhadap potensi kejahatan yang mungkin terjadi di sekitar mereka. Selain itu, kasus ini juga menarik perhatian media dan akademisi yang tertarik untuk menyelidiki lebih dalam tentang sejarah kejahatan di masa penjajahan.

Ke depan, prospek untuk menyelidiki lebih lanjut kasus ini masih terbuka lebar. Penegak hukum di Indonesia mungkin akan melakukan penggalian lebih dalam terhadap kasus-kasus lain yang terkait dengan kejahatan serupa di masa lalu. Selain itu, hal ini juga bisa mendorong diskusi mengenai bagaimana sistem hukum dan penegakan hukum zaman kolonial masih dapat berpengaruh hingga saat ini.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: September 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait