Langsung ke konten
RegulasiTurun

IHSG anjlok 4,31 persen ke level terendah sejak pandemi dan picu kekhawatiran pasar

Sumber: CNBC Indonesia
IHSG anjlok 4,31 persen ke level terendah sejak pandemi dan picu kekhawatiran pasar

Pasar saham Indonesia kembali mengalami gejolak yang signifikan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat anjlok sebesar 4,31% ke level terendahnya sejak masa pandemi. Penurunan tajam ini menarik perhatian pelaku pasar domestik maupun internasional, mengingat IHSG sebelumnya mampu menunjukkan ketahanan di tengah berbagai tekanan ekonomi global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Peristiwa ini terjadi di tengah latar belakang ketidakpastian ekonomi yang kompleks serta sentimen negatif yang membebani pasar keuangan nasional. Selain itu, situasi ini semakin pelik karena penyedia indeks global MSCI dikabarkan tengah mempertimbangkan status pasar Indonesia. Evaluasi tersebut mencakup risiko penyesuaian bobot atau status yang dapat berdampak langsung pada aliran modal asing ke bursa saham dalam negeri.

Bagi ekosistem aset kripto dan pasar keuangan secara keseluruhan, gejolak tajam pada pasar tradisional seperti IHSG sering kali memicu efek limpahan. Penurunan likuiditas di pasar konvensional dapat mengubah pola alokasi aset para investor institusi maupun ritel, yang kerap mencari perlindungan atau diversifikasi ke instrumen alternatif termasuk aset digital ketika pasar saham mengalami tekanan berat.

Ke depan, para pelaku pasar harus memantau dengan cermat keputusan resmi dari MSCI terkait status pasar Indonesia serta langkah-langkah stabilisasi yang diambil oleh otoritas keuangan domestik. Stabilitas pasar saham akan sangat bergantung pada kemampuan pemangku kepentingan dalam meredakan kepanikan investor dan memulihkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi nasional.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait