OJK siapkan empat tier penyelenggara pindai untuk perkuat perlindungan

Sebagai pengamat industri keuangan digital, kami melihat OJK tengah merencanakan langkah signifikan dalam menata ulang sektor keuangan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana membagi penyelenggara pinjaman daring atau pindai ke dalam empat tier yang berbeda. Kebijakan ini dirancang dengan menggunakan sederet indikator tertentu untuk menilai kondisi setiap entitas secara objektif.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesehatan industri secara keseluruhan sekaligus memperkuat perlindungan bagi konsumen. Di tengah pertumbuhan ekosistem finansial digital yang sangat dinamis, pengelompokan berlapis ini menjadi instrumen penting untuk menyaring pemain yang tidak memenuhi standar operasional yang sehat.
Bagi ekosistem aset digital dan keuangan secara luas, kebijakan penataan ini diyakini akan membawa dampak psikologis terhadap tingkat kepercayaan pasar. Pengawasan yang lebih ketat melalui sistem tiering diharapkan mampu meminimalisasi risiko gagal bayar dan praktik merugikan yang kerap mencoreng reputasi industri fintech.
Ke depan, kami memperkirakan para pelaku industri harus bersiap menyesuaikan diri dengan indikator penilaian baru yang ditetapkan OJK. Implementasi kebijakan ini akan menjadi penentu arah konsolidasi pasar dalam jangka panjang, di mana hanya entitas dengan fundamental kuat yang dapat bertahan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Survei FT catat tingkat persetujuan Donald Trump di 34% jelang pemilu paruh waktu

Strategi investasi manajer investasi hadapi kenaikan yield obligasi dan rupiah

Imbal hasil SBN 10 tahun bertahan di level 7,17 persen di tengah tekanan

Indeks CardTrack 100 cetak return 150 persen lampaui Bitcoin dan emas

Imbal hasil obligasi 24 tahun picu arus masuk pasar uang US$166 miliar
