Media Asing Soroti Upaya RI-China Buang Dolar

Indonesia dan China baru saja meluncurkan sistem pembayaran QR lintas batas yang menggunakan mata uang lokal, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan kedua negara terhadap dolar AS. Inisiatif ini diharapkan dapat memperlancar transaksi perdagangan antara kedua negara dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Dengan adanya sistem ini, transaksi diharapkan menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya konversi mata uang, yang selama ini menjadi hambatan dalam perdagangan internasional.
Langkah ini sangat penting dalam konteks geopolitik dan ekonomi global saat ini. Dolar AS telah menjadi mata uang dominan dalam perdagangan internasional selama beberapa dekade, tetapi dengan meningkatnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan beberapa negara lain, banyak negara mulai mencari alternatif. Indonesia dan China, sebagai dua ekonomi terbesar di Asia, mengambil langkah proaktif untuk membangun sistem pembayaran yang lebih independen. Ini bukan hanya berfungsi untuk memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga menjadi sinyal bagi negara lain untuk mempertimbangkan opsi serupa.
Dampak pasar dari peluncuran sistem pembayaran ini kemungkinan akan signifikan. Dengan berkurangnya ketergantungan pada dolar AS, kedua negara dapat mengurangi risiko yang berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar dan kemungkinan sanksi ekonomi. Ini juga dapat mendorong negara-negara lain untuk menjajaki kerja sama serupa, yang pada gilirannya dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS di masa depan. Bagi pasar kripto, ini bisa menjadi sinyal positif karena semakin banyak negara yang mencari solusi alternatif untuk mata uang fiat tradisional, membuka peluang bagi adopsi cryptocurrency.
Ke depan, kami mengharapkan perkembangan lebih lanjut dari inisiatif ini. Jika sistem pembayaran QR lintas batas ini berhasil diterapkan secara luas, ada kemungkinan negara-negara lain di Asia dan mungkin di seluruh dunia akan mengikuti jejak Indonesia dan China. Selain itu, implementasi yang sukses dari sistem ini dapat memicu diskusi lebih lanjut tentang penggunaan mata uang digital bank sentral (CBDC) dan teknologi blockchain dalam transaksi internasional. Hal ini dapat mengubah lanskap perdagangan global dan membawa kita ke era baru dalam sistem keuangan internasional yang lebih terdesentralisasi.
Secara keseluruhan, peluncuran sistem pembayaran ini menggambarkan pergeseran penting dalam dinamika ekonomi global, di mana negara-negara semakin mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang tunggal dan menciptakan sistem yang lebih resilient dan terintegrasi. Kami akan terus memantau perkembangan ini dan dampaknya terhadap pasar kripto serta ekonomi global secara keseluruhan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Mei 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Nigeria belajar dari Malaysia setelah kehilangan posisi sebagai raja sawit dunia

Pendatang China Ini Jualan Kopi, Berubah Jadi Orang Terkaya RI

Elon Musk dorong lonjakan 331% pada meme coin Jimothy di Solana

Konglomerat Indonesia rutin kunjungi Gunung Kawi untuk bisnis dan spiritual

CLARITY Act kemungkinan tidak akan disetujui, dampaknya bagi harga kripto dipertanyakan
