Bank Indonesia kurangi intervensi rupiah di pasar spot hingga 30%

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti baru-baru ini mengungkapkan bahwa institusi yang dipimpinnya telah memutuskan untuk mengurangi intervensi stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot. Pengurangan ini menjadi langkah penting dalam upaya BI untuk membiarkan pasar berfungsi lebih bebas dan mengurangi ketergantungan pada intervensi eksternal. Saat ini, sisa intervensi yang dilakukan BI hanya sebesar 30%, menunjukkan perubahan signifikan dalam pendekatan kebijakan moneter yang diambil oleh bank sentral.
Keputusan untuk mengurangi intervensi ini penting karena mencerminkan kepercayaan BI terhadap kekuatan fundamental ekonomi domestik. Dalam beberapa tahun terakhir, nilai tukar rupiah telah mengalami fluktuasi yang cukup besar, yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk kebijakan moneter di negara-negara besar dan kondisi perekonomian global. Dengan mengurangi intervensi, BI berharap dapat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwa mereka yakin terhadap kestabilan nilai tukar dan prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Dari segi dampak pasar, pengurangan intervensi ini dapat mempengaruhi dinamika perdagangan mata uang di Indonesia. Dengan sisa intervensi yang hanya 30%, pelaku pasar diharapkan akan lebih cenderung untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang lebih bebas. Namun, hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan volatilitas di pasar valuta asing, terutama jika ada gejolak ekonomi atau perubahan mendadak dalam kebijakan moneter global.
Melihat prospek ke depannya, langkah ini bisa menjadi awal dari perubahan lebih besar dalam kebijakan moneter BI. Jika pengurangan intervensi berhasil menjaga stabilitas nilai tukar, mungkin akan ada lebih banyak kebijakan serupa di masa depan. Namun, BI juga harus tetap waspada terhadap perkembangan yang dapat memengaruhi nilai tukar, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan sentimen pasar global. Dengan demikian, meskipun ada pengurangan intervensi, BI tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan investor terhadap rupiah.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: September 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Haji Isam dirumorkan akan akuisisi BCA setelah beli saham BYAN

Emas dan perak alami kerugian US$1 triliun saat taruhan suku bunga The Fed meningkat

Gubernur BI prediksi perbaikan ekonomi global akan terjadi pada 2027

Indosat (ISAT) Rombak Transaksi Fiber Optik, Ada Cuan Rp1,64 Triliun

BI tetap pertahankan suku bunga 5,75% karena inflasi terkendali
