Korsel catat penurunan KOSPI lebih dalam dibanding Nikkei akibat kekhawatiran laba AI

Pasar keuangan Asia diguncang oleh tekanan jual yang signifikan pada akhir pekan ini. Indeks KOSPI Korea Selatan tercatat turun sebesar 4,77% dari penutupan hari Kamis menjadi 5.654,61 pada pukul 10:40 pagi waktu Seoul, Jumat.
Koreksi tajam ini dipicu oleh sentimen negatif global setelah saham Alphabet anjlok 12,64%. Penurunan tersebut terjadi menyusul laporan bahwa belanja modal perusahaan induk Google itu melonjak hingga lebih dari dua kali lipat, memicu kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan laba dari sektor kecerdasan buatan atau AI.
Sebagai perbandingan, indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 2,81% dalam periode yang sama. Dengan demikian, kejatuhan KOSPI tercatat sekitar 1,7 kali lebih dalam dibandingkan Nikkei, mencerminkan kerentanan tinggi pasar Korea Selatan terhadap sektor produsen chip dan teknologi.
Dampak dari kepanikan makroekonomi ini turut merembet ke pasar aset digital. Koreksi tajam pada saham teknologi global sering kali memicu aksi ambil untung dan penarikan likuiditas dari pasar kripto, mengingat tingginya korelasi antara aset berisiko tradisional dan aset digital dalam beberapa waktu terakhir.
Ke depannya, para pelaku pasar akan memantau ketat perkembangan belanja modal raksasa teknologi serta data ekonomi lanjutan. Stabilitas pasar kripto akan sangat bergantung pada bagaimana sentimen terhadap sektor teknologi dan produsen chip membaik di tengah kekhawatiran valuasi AI.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Backlog AWS capai USD578 miliar dengan pertumbuhan tiga digit

Harga Cabai Semahal Daging, Bos BI Ungkap Penyebabnya

Dugaan peretasan Binance seret Bitcoin turun di bawah US$78.000

Ekspansi pasar prediksi DraftKings memicu persaingan ketat dengan Polymarket

Perbaikan tata kelola kunci jaga posisi strategis Indonesia di MSCI
