Langsung ke konten
PasarNetral

Investor asing borong saham komoditas, IHSG naik 1,68% ke 6.501,59

Sumber: CNBC Indonesia
Investor asing borong saham komoditas, IHSG naik 1,68% ke 6.501,59

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp680,5 miliar di pasar saham Indonesia, yang didominasi oleh saham-saham komoditas. Penguatan ini terlihat jelas dengan indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 1,68% mencapai level 6.501,59. Kenaikan IHSG ini menjadi sorotan, mengingat pasar saham Indonesia tengah berupaya untuk pulih dari tekanan yang terjadi sebelumnya.

Pentingnya pergerakan ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Kegiatan investasi asing yang signifikan ini menunjukkan kepercayaan investor luar terhadap potensi pasar Indonesia, terutama di sektor komoditas yang saat ini sedang mengalami permintaan yang tinggi. Dengan meningkatnya harga komoditas global, investor asing tampaknya bersikap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dapat didorong oleh sektor ini.

Dampak dari kenaikan IHSG ini juga bisa dirasakan di pasar cryptocurrency. Kenaikan indeks saham sering kali beriringan dengan peningkatan minat investasi di aset-aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Jika tren positif ini berlanjut, bisa jadi akan ada aliran investasi yang lebih besar ke pasar crypto, seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor terhadap pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, diharapkan IHSG dapat mempertahankan momentum positif ini. Dengan catatan net buy yang kuat dari investor asing, potensi pergerakan lebih lanjut di pasar saham Indonesia akan sangat bergantung pada kondisi global dan sentimen investor. Jika harga komoditas terus meningkat dan situasi geopolitik tetap stabil, IHSG kemungkinan besar akan terus mengalami penguatan, dan hal ini dapat memberikan dorongan bagi pasar crypto untuk mengikuti jejak yang sama.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Agustus 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait