IHSG anjlok ke level 4.961,87 dan memicu kekhawatiran di pasar keuangan

Pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan berat setelah Indeks Harga Saham Gabungan - atau IHSG - menyentuh level 4.900 dengan penurunan tajam sebesar 4,31 persen ke posisi 4.961,87. Angka ini mencatatkan rekor terendah baru sejak bulan Oktober 2020. Koreksi masif ini terjadi setelah sehari sebelumnya indeks juga mengalami kejatuhan signifikan sebesar 11,6 persen pada hari Jumat.
Tekanan jual yang masif ini dipicu oleh sentimen negatif dari penyesuaian indeks MSCI yang memicu kepanikan di kalangan investor institusi maupun ritel. Situasi ini memaksa otoritas bursa siaga karena penurunan tajam secara beruntun mendekati batas Auto Reject Bawah - atau ARB - sebesar 7 persen yang ditetapkan untuk meredam kepanikan pasar.
Kondisi pasar saham tradisional yang bergejolak ini seringkali berdampak langsung pada sentimen aset berisiko lainnya, termasuk pasar kripto di Indonesia. Investor cenderung mengamankan aset likuid mereka dan menghentikan eksposur pada instrumen berisiko tinggi di tengah ketidakpastian makroekonomi dan tekanan jual yang meluas di bursa domestik.
Ke depan, para pelaku pasar akan memantau ketat langkah stabilisasi dari regulator serta perkembangan sentimen global dan domestik. Stabilitas IHSG dan respons investor terhadap batas ARB 7 persen akan menjadi penentu utama apakah tekanan jual ini akan berlanjut atau pasar mulai menemukan titik keseimbangan baru.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

IHSG anjlok 5,05% pada 19/10/2026 dan tinggalkan level 5.000

Video; Racikan MI Hadapi Isu MSCI, Duit Investor Lari ke Mana?

22 Investor Kompak Jual, Pengendali Baru MBSS Kuasai 90,09% Saham

IHSG Masih Babak Belur Hadapi MSCI, Ada Pesan Singkat dari OJK

Asuransi BUMN Akan Konsolidasi, LPS Jelaskan Dampaknya
