OJK pastikan reformasi pasar modal berlanjut di tengah koreksi IHSG

Pasar keuangan domestik baru-baru ini dihadapkan pada situasi yang menantang seiring pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami fluktuasi tajam. Di tengah tekanan pasar yang terjadi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas sektor keuangan secara keseluruhan.
Dalam tanggapannya terkait kondisi pasar, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa pihaknya bekerja secara intensif. Bahkan, ia mengaku belum beristirahat sejak hari Jumat demi memastikan langkah pengawasan berjalan optimal di tengah dinamika yang berlangsung.
Bagi para pelaku pasar kripto dan investor secara luas, gejolak pada pasar tradisional seperti IHSG sering kali memberikan sentimen koreksi silang terhadap aset berisiko. Sentimen makroekonomi domestik yang kurang stabil kerap memicu aksi ambil untung atau perpindahan likuiditas, yang pada gilirannya turut memengaruhi volume transaksi dan volatilitas harga di bursa kripto.
Ke depan, OJK memastikan bahwa agenda reformasi pasar modal akan terus berlanjut tanpa henti demi memperkuat fundamentasi ekonomi nasional. Kami di CoinMagnetic memandang bahwa konsistensi regulasi dan penguatan struktur pasar sangat krusial untuk memulihkan kepercayaan investor menghadapi ketidakpastian global maupun domestik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Babak Baru KSP Indosurya, Korban Terima Ganti Rugi Rp229 M Tahap I

Mengapa Kevin O'Leary dari Shark Tank Bilang Pengusaha Perempuan Hasilkan Uang Terbanyak Baginya

Uji ketahanan OJK ungkap asuransi jiwa lebih rentan pada tekanan pasar modal

Ditendang MSCI ke Standalone, Bursa Ini Bangkit dari Keterpurukan

Waskita Karya menanggapi temuan BPK senilai Rp8,54 miliar pada tol
