IHSG melesat ke level 5.328,36 di tengah aksi jual bersih asing Rp0,6 triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat sebesar 0,94 persen pada perdagangan tanggal 21 Oktober 2026. Kenaikan positif ini membawa posisi indeks domestik tersebut ke level 5.328,36, mencerminkan pemulihan sentimen di lantai bursa setelah melalui dinamika pasar yang cukup ketat dalam beberapa sesi sebelumnya.
Di balik penguatan indeks tersebut, dinamika aliran dana asing menunjukkan tren yang menarik untuk dicermati. Berdasarkan data perdagangan, investor asing justru mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp0,6 triliun pada hari yang sama. Meskipun terjadi pelepasan secara agregat oleh pelaku pasar global, mereka tetap memborong sejumlah saham pilihan di tengah pergerakan pasar.
Pergerakan IHSG yang tetap perkasa di zona hijau meskipun dibayangi aksi jual asing memberikan sinyal positif bagi pasar keuangan nasional. Ketahanan domestik ini menunjukkan bahwa minat beli dari investor lokal maupun institusi dalam negeri masih cukup kuat untuk menopang stabilitas harga saham secara keseluruhan.
Ke depannya, kami di CoinMagnetic melihat bahwa pergerakan IHSG akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi makro selanjutnya serta arah kebijakan moneter global. Para pelaku pasar diimbau untuk terus memantau saham-saham spesifik yang menjadi target akumulasi asing guna mengantisipasi potensi tren lanjutan di bursa domestik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Sanksi OJK 2026 capai Rp2,5 triliun untuk 971 pihak demi reformasi pasar

Rencana serangan AS dan Israel ke Iran picu proyeksi kenaikan minyak Brent

ADB sebut Indonesia berpeluang besar lepas dari middle income trap

ADB Kucurkan US$1 M ke Puskesmas RI, Berobat Rasa RS Jadi Lebih Dekat

MSCI Ancam Turunkan Status RI, OJK: Perbaikan Sudah Sejak Januari
