IHSG Anjlok 11% Lebih, Asing Masih Buru 10 Saham Ini

Pasar keuangan Indonesia baru saja mengalami guncangan signifikan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan tajam sebesar 11,57 persen. Tekanan jual yang masif ini terjadi di tengah sentimen negatif yang melanda pasar domestik, memicu kekhawatiran luas di kalangan pelaku pasar terhadap stabilitas portofolio mereka.
Koreksi tajam pada IHSG ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap ancaman penurunan peringkat atau downgrade dari penyedia indeks global, MSCI. Ketakutan akan penyesuaian bobot dan keluarnya arus dana asing membuat para pelaku pasar bereaksi cepat, yang pada akhirnya mempercepat laju kejatuhan indeks secara kumulatif.
Bagi ekosistem aset digital dan kripto, gejolak di pasar saham tradisional seringkali mencerminkan pergerakan sentimen makroekonomi yang lebih luas. Ketika pasar modal konvensional tertekan hebat akibat kekhawatiran global, likuiditas dan selera risiko investor secara keseluruhan cenderung menyusut, yang kerap berdampak pada volatilitas di pasar kripto.
Kendati tekanan makroekonomi sedang mendera pasar, data menunjukkan bahwa investor asing masih memburu sejumlah saham tertentu di tengah kejatuhan ini. Fenomena ini menunjukkan adanya strategi selektif dari pemodal besar yang tetap mencari peluang di tengah ketidakpastian pasar yang tinggi.
Kami di CoinMagnetic melihat bahwa arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada kepastian kebijakan MSCI serta respons lanjutan dari otoritas bursa domestik. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas lanjutan yang masih mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Isu MSCI dorong rupiah ke level Rp 18.000 per dolar AS

Saham CXMT Turun 6,5% setelah Penjualan di AS dan Meski Laba Berbalik Arah

Kenaikan Suku Bunga The Fed sebelum Desember? Ben Emons Sebut Data, Bukan Pemilu Paruh Waktu, yang Menentukan

BREN Umumkan Buyback Rp1 T Usai Disorot OJK Soal Penjatahan IPO

Rupiah tertahan di level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan
