Langsung ke konten
RegulasiTurun

Kevin O'Leary melirik IBM akibat ancaman quantum computing pada bitcoin

Sumber: BeInCrypto ID
Kevin O'Leary melirik IBM akibat ancaman quantum computing pada bitcoin

Di CoinMagnetic, kami memperhatikan langkah terbaru dari investor terkenal Kevin O'Leary yang kini melirik saham IBM. Tokoh yang dikenal lewat acara Shark Tank tersebut menyatakan bahwa kekhawatiran terhadap perkembangan quantum computing dan penundaan regulasi di Amerika Serikat telah menjadi beban tersendiri bagi pergerakan Bitcoin.

Perkembangan teknologi quantum computing selama ini sering kali dipandang sebagai ancaman potensial terhadap keamanan kriptografi yang mendasari jaringan blockchain. Di sisi lain, lambatnya progres regulasi aset digital di Amerika Serikat membuat sebagian investor institusional mulai mempertimbangkan ulang strategi portofolio mereka di tengah ketidakpastian pasar.

Kendati melirik raksasa teknologi tradisional seperti IBM sebagai langkah antisipasi, O'Leary menegaskan bahwa ia belum melepas kepemilikannya. Ia masih tetap memegang aset Bitcoin miliknya sendiri, menunjukkan bahwa dirinya belum sepenuhnya meninggalkan ekosistem kripto meski ada kekhawatiran mendasar mengenai masa depan teknologi tersebut.

Bagi pasar kripto secara keseluruhan, sentimen semacam ini mencerminkan dinamika tarik-menarik antara adopsi aset digital dan risiko teknologi jangka panjang. Investor besar terus memantau bagaimana industri merespons ancaman komputasi masa depan serta kejelasan regulasi yang belum kunjung tuntas.

Ke depan, kami memperkirakan isu mengenai ketahanan kriptografi terhadap quantum computing akan semakin sering dibahas oleh para pelaku pasar. Perkembangan regulasi di Amerika Serikat juga akan tetap menjadi penentu utama arah kepercayaan investor terhadap aset kripto utama seperti Bitcoin.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait