Hashim: Rupiah Bisa Rp21.000 per Dolar AS Jika Dana Asing Terus Kabur

Kami di CoinMagnetic menyoroti pernyataan terbaru dari Hashim Djojohadikusumo mengenai ancaman serius terhadap perekonomian nasional. Ia memperingatkan bahwa nilai tukar rupiah berpotensi merosot hingga level Rp21.000 per dolar Amerika Serikat. Risiko ini dapat terjadi apabila arus modal asing terus menerus keluar dari pasar keuangan Indonesia.
Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Keputusan investor global untuk menarik dana mereka dari negara-negara berkembang sering kali dipicu oleh kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau pergeseran sentimen risiko internasional, yang secara langsung menekan stabilitas mata uang lokal.
Bagi pasar aset kripto domestik, depresiasi rupiah yang tajam seperti yang dikhawatirkan tentu membawa dampak signifikan. Ketika nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar, minat masyarakat terhadap instrumen lindung nilai sering kali meningkat. Kripto, terutama stablecoin yang dipatok ke dolar AS, kerap menjadi alternatif bagi pelaku pasar lokal untuk mengamankan nilai aset mereka dari pelemahan mata uang.
Kami melihat bahwa stabilitas makroekonomi tetap menjadi faktor penentu utama bagi pergerakan pasar keuangan secara keseluruhan. Ke depan, langkah-langkah mitigasi dari otoritas terkait akan sangat dinantikan guna menjaga kepercayaan investor asing agar tetap bertahan di dalam negeri, sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Ethereum menuju bulan terburuk sejak 2018 di tengah penurunan harga 13,6 persen

Kepemilikan saham minoritas Pandu Sjahrir di PT Supra Sekuritas tanpa sanksi OJK

Premium Perang Minyak Bisa Cepat Hilang setelah Kesepakatan Hormuz Tercapai, Analis Peringatkan

Andy Sieg dari Citi Masih Rekomendasikan Kredit Privat meski Volatilitas Pasar

CIMB Niaga catat laba Rp5,8 triliun dan kredit tumbuh 6,7 persen pada Q3 2026
