Harga Minyak Sentuh Tertinggi 1 Bulan saat Pemilu Paruh Waktu Pekan Depan Siapkan Ujian bagi Iran

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh level US$106,2 per barel pada hari Jumat lalu, yang merupakan catatan intraday tertinggi sejak pertengahan September. Di sisi lain, minyak mentah Brent terpantau diperdagangkan di sekitar US$111,9 per barel. Pergerakan tajam di pasar energi global ini terjadi menyusul klaim Iran bahwa ranjau laut telah mengenai empat kapal tanker di kawasan penting tersebut.
Lonjakan harga komoditas ini muncul hanya sehari setelah pasukan Amerika Serikat menyatakan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz berada dalam kondisi aman. Ketegangan geopolitik ini langsung memicu kekhawatiran baru di pasar internasional terkait potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah, terlebih menjelang pemilu paruh waktu yang dijadwalkan berlangsung pekan depan dan siap menjadi ujian tersendiri bagi Iran.
Bagi pasar aset kripto, gejolak harga energi tradisional seperti ini kerap menjadi katalis penentu arah sentimen makroekonomi. Lonjakan harga minyak berpotensi mendongkrak kembali tekanan inflasi global, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral dan selera risiko investor terhadap aset digital seperti Bitcoin.
Setelah sempat menyentuh level tertingginya, harga WTI kemudian terkoreksi turun ke posisi US$104,1 per barel. Kami melihat bahwa volatilitas di pasar energi ini akan terus dipantau secara ketat oleh para pelaku pasar kripto untuk mengantisipasi arah pergerakan likuiditas global selanjutnya.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Indeks Harga Saham Gabungan anjlok ke posisi 5.057,05 pada Jumat

Sandiaga Uno Borong 9,51 Juta Saham MUTU Senilai Rp999,4 Juta

PT Timah raih laba bersih Rp4,12 triliun pada kuartal III/2026

IHSG anjlok 7,48 persen akibat tekanan eksternal dan kekhawatiran kebijakan The Fed

Wall Street kini menuntut keuntungan nyata dari investasi kecerdasan buatan
